Unsur-unsur Islam

Unsur-unsur Islam

Islam merupakan ajaran agama yang sempurna. Islam terdiri dari tiga unsur pokok. Unsur pokok islam yang pertama adalah Akidah. Akidah adalah keyakinan yang dirumuskan dalam syahadat. Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.. Syahadat ini juga diperkuat oleh enam rukun iman. Akidah inilah unsur pembeda Agama Islam dengan Agama lain.

Unsur pokok Islam yang ke-dua adalah syari’ah atau biasa yang disebut dengan Hukum Isalam. hukum Islam terbentuk dari Ibadah dan Muamalah. Syari’ah ibadah adalah ketentuan hukum agama yan gmengatur hubungan manusia dengan Allah sebagai Khaliq-nya dan ibadah ini dirumuskan dalam lima Rukun Islam. Sedangakan Syari’ah Muamalah adalah norma hukum agama yang mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lain serta manusia dengan lingkungan hidupnya atau alam sekitarnya.

Unsur pokok Islam yang ke-tiga adalah norma susila atau norma span santun. Bagaimanakah tindakan, sikap dan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari.

Hubungan antara akidah dan syariah adalah akidah sebagai landasan pokok agama sedangkan syariah sebagai realisasi dan konsekuensi pengakuan dan penerimaan manusia atas akidah Islam itu. Karena jika seseorang hanya beriman saja tanpa adanya pengamalan syariah maka ia disebut mukmin fasik atau ashi (orang beriman tapi durhaka). Sebaliknya jika seseorang dapat menjalankan syariat Islam tetapi tidak berlandaskan ajaran akidah Isalm yang murni maka dia disebut munafik.

Hubungan akhlak dengan akidah dan syariat bahwa akidah dan syariat  tidak dilengkapi dengan akhlak adalah seperti pohon yang tidak berbuah dan tidak menaungi. Sedangkan akhlak yang baik tanpa disertai akidah dan syariah adalah seperti naungan yang menaungi orang yang tidak menetap.

Misi Nabi Muhammad tidak hanya mengajak manusia untuk beriman, beribadah dan bermuamalah yang baik sesuai dengn tuntunan Al-quran dan sunah Rasul. Melainkan Raulullah juga mengajak manusia untuk beakhlak yang baik sesuai dengan Hadist Rasullullah. Nabi Muhammad bersabda, “Sesungghnya aku diutus oleh Allah untuk memperbaiki / menyempurnakan akhlak yang mulia”.[10]m

  1. Manfaat Mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam

Manfaat mempelajari ilmu sejarah agar umat manusia mengambil i’tibar(pelajaran) dari sejarah tersebut. Allah berfirman sebagai berikut:

وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ :١٢٠

Artinya :

Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu Muhammad, agar dengan kisah ini kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran ini Telah datang kepadamu kebenaran nasehat dan peringatan dan bagi orang-orang yang beriman. (QS Hud[11]:120)

Dari penjelasan ayat tersebut jelaslah bagaimana Islam mengajarkan pentingnya mempelajari sejarah, maka jangan sekali-kali melupakan sejarah. Jadi, tujuan dan manfaat mempelajari sejarah kebudayaan Islam adalah sebagai berikut.

  1. Memperoleh pengalaman mengenai peristiwa-peristiwa sejarah kebudayaan Islam di masa lalu baik pengalaman positif maupun pengalaman negatif yang dapat dijadikan hikmah agar kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi tidak terulang kembali
  2. Mengetahui teori-teori sejarah kebudayaan Islam yang berlaku agar kemudian dapat dimanfaatkan dan diterapkan dalam mengatasi berbagai persoalan hidup di masa kini dan masa yang akan datang
  3. Menumbuhkan kedewasaan berpikir, memiliki cara pandang ke depan yang lebih luas serta bertindak lebih arif dan bijaksana.[11]

sumber ;

POS-POS TERBARU