Tips Terbaik Budidaya Ikan Sidat

Tips Terbaik Budidaya Ikan Sidat

Tips Terbaik Budidaya Ikan Sidat

Tips Terbaik Budidaya Ikan Sidat
Tips Terbaik Budidaya Ikan Sidat

Ikan Sidat (ordo Anguilliformes) Adalah sekelompok ikan yang memiliki tubuh berbentuk yang menyerupai Ular dan belut. Ikan ini masuk dalam ordo Anguilliformes yang terdiri atas 4 subordo, 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies. Kebanyakan hidup di laut, Namun ada pula yang hidup di air tawar.

Ikan Sidat (anguilla bicolor) Termasuk familiAnguillidae, ordo Apodes. Di negara indonesia di perkirakan paling sedikit terdapat 5 jenis ikan sidat, Yaitu :

  • Anguilla encentralis
  • biolor bicolor
  • borneonsis
  • bicolor Pacifia
  • celebensis

Ikan Sidat tersebut mungkin tidak banyak di kenal orang, Ttetapi di berbagai negara ikan sidat menjadi makanan primadona yang harganya sangatlah mahal. Permintaan ekspor ikan sidat semakin terus meningkat, Dan harga jualnya juga mencengangkan. Sayangnya teknik pendederan dan pembesaran yang menjadi kunci di hasilkanya sidat berkualitas dan layak ekspor belum banyak di kuasai.

Tips Budidaya Ikan Sidat Untuk Pemula

Ikan sidat adalah sejenis belut, Namun bentuknya lebih panjang dan besar. Ada juga yang mencapai panjangnya 50 m, Memang tidak enak di pandang, Tetapim siapa yang menyangka, Konsumen asing menganggap cita rasa ikan sidat enak dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Di restoran jepang ikan sidan ini bernama Unagi.

Kandungan vitamin A mncapai (4.700 IU/100 gram). sedangkan hati ikan sidat lebih tinggi lagi, yaitu mencapai (15.000 IU/100 gram). Lebih tinggi dari kandungan vitamin A mentega yang hanya mencapai (1.900 IU/100 gram).

Bahkan kandungan DHA ikan sidat (1.337 mg/100 gram), Mengalahkan ikan salmon yang hanya tercatat (820 mg/100 gram) atau (tenggiri 748 mg/100 gram).

Sementara kandungan EPA ikan sidat mencapai 742 mg/100 gram, Lebih jauh diatas ikan salmon yang hanya 492 mg/100 dan tanggiri yang hanya 409 mg/100 gram.

Teknologi budidaya ini masih sangat baru di indonesia, budidaya ikan sidat tersebut di indonesia baru saja di temukan di sekitar tahun 2007 oleh satuan kerja tambak pandu Karawang. Yang merupakan UPT Ditjen perikanan Budidaya. Departemen kelautan dan perikanan padahal ikan sidat telah cukup lama di budidayakan di negara Jepang dan Thailand.

Asal tahu saja pengembangan budidaya kedua negara menggunakan benih dari negara Indonesia. Dilihat dari permintaan pasar dunia yang sangat besar mendorong kami untuk melakukan penelitian budidaya ikan Sidat tersebut.

Ikan sidat tumbuh di peraiaran tawar (Sungai dan Danau) hingga mencapai dewasa. Setelah itu ikan sidat dewasa beruaya kelaut dalam untuk melakukan reproduksi.

Larva hasil pemijahan akan berkembang, Dan secara Berangsur-angsur terbawa arus ke peraiaran pantai. Ikan sidat yang telah menapai stadia elver (glass eel) akan beruaya dari perairan laut ke perairan tawar melalui muara Sungai.

Harga ikan sidat ini memang sangat mahal dan menggiurkan, Harga di tingkat petani ikan sidat untuk elver dengan harga jual antara (Rp. 250.000/kg) Untuk ukuran 10-20 gram berkisar antara (Rp. 20.000- Rp. 40. 000/kg).

Sedangkan ukuran komsumsi >500 gram untuk jenis Anguilla bicolor pada pasar lokal Rata-rata (Rp. 75.000/kg), Jenis Anguilla marmorata (Rp.125.000-Rp. 175.000/kg).

Larva Sidat (elver) berhubungan dengan misim, Di perkirakan larva ikan sidat di mulai pada awal musim hujan. Akan tetapi pada musim tersebut faktor arus sungai dan keadaan bulan sangat mempengaruhi intensitas ruayanya.

Ikan sidat termasuk ikan karnivora. Di perairan umum ikan sidat memakan berbagai jenis hewan, Khususnya organisme benthik seperti crustacea (Udang Dan Kepiting) polichatea (Cacing larva chironomus dan bivalva serta gastropods). Aktifitas makan ikan sidat pada umumnya di malam hari (nokturnal).

Ikan sidat telah di budidayakan secara intensif di Eropa khususnya di negara Norwegia, Jermas dan Belanda serta Di Asia, Yaitu : Jepang, Taiwan, Dan China daratan.

Di Negara-negara lainya seperti di Australia, Indonesia dan beberapa negara eropa, Afrika barat umumnya produksi ikan sidat masih mengandalkan dari hasil penangkapan di Alam. Ikan sidat dapat di budidayakan di dalam ruangan yang tertutup (indoor) dan di luar ruangan (outdoor).

Di negara indonesia dengan suhu lingkungan yang relatif konstan sepanjang tahun maka pemeliharaan ikan sidat dapat di lakukan di luar ruangan (outdoor).

Justify secara praktis cara beternak (Budidaya) ikan sidat di kolam tanah berdinding bambu, Cara beternak ikan sidat kolan beton atau (Bak beton), Cara beternak ikan sidat pen dan cara beternak ikan sidat keramba jaring apung, Apapun jenis wadah yang di pergunakan dalam budidaya ikan sidat yang harus di perhatikan adalah bagai mana mencegah lolosnya ikan dari media budidaya.

Lingkungan Peraiaran Yang Baik Untuk Beternak Ikan Sidat

  • Suhu : Pada pemeliharaan ikan sidat lokal : A. Bicolor bicolor, Suhu terbaik untuk memacu pertumbuhan adalah (29°C).
  • Salinitas : Pada pemeliharaan ikan sidat lokal, A. Bicolor bicolor (elver) salinitas yang dapat memberikan pertumbuhan yang baik adalah (6-7 ppt).
  • Oksigen Terlarut : Kandungan oksigen minimal yang dapat ditoleril oleh ikan sidat berkisar antara (0,5 – 2,5 ppm).
  • pH : pH Optimal untuk pertumbuhan ikan sidat adalah (7-8).
  • Amonia (N H3 – N) Dan Nitrit (NO2-N) : Pada konsentrasi Amonia 20 ppm sebagai ikan sidat yang si pelihara mengalami methemoglobinemie dan pada konsentrasi 30 – 40 ppm seluruh ikan sidat mengalami methemmoglobinemie.

Kebutuhan Nutrien : Seperti halnya Jenis Ikan-ikan lain, Ikan sidat membutuhkan zat gizi berupa protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Kadar protein pakan optimal adalah (45%) untuk ikan bestir (juvenil) dan sekitar (50%) untuk ikan kecil (fingerling).

Cara Beternak Ikan Sidat Pada Jaring Apung :

  • Jaring Apung : Satu unit jaring apung memiliki empat kolam berukuran (7 x7 m), dengan jaring berukuran (7 x 7 x 2,5 m), Dan mata jaring (2,5 inchi). Untuk menghindari lolosnya ikan, di sekeliling tepian kolam bagian atas di beri penutup dari hapa dengan lebar (60 cm).
  • Benih Ikan Sidat : Benih ikan sidat (Anguilla bicolor) berbobot (15 – 20 gram) per ekor dengan panjang (20 -30 cm). Benih ikan sidat di peroleh dari pelabuhan ratu hasil tangkapan nelayan di perairan umum.
  • Padat Penebaran : Setiap kolam di tebar (100 kg) benih ikan sidat.
  • Pakan

Pakan yang di berikan adalah pakan buatan yang berbentuk pasta dengan kandungan :

  1. Protein 47,93%
  2. Lemak 10,03 %
  3. Serat kasar 8.00%
  4. BETN 8,32%
  5. Abu 25,71%

Pakan diberikan sebanyak 3% dari berat total ikan konvensi pakan sebesar 1,96. Dengan konvensi tersebut akan di peroleh laju pertumbuhan Rata-rata 1,46% dengan mortalitas 9.64%.

  • Masa Pemeliharaan Dan Panen

Pemeliharaan ikan sidat pada kolam keramba jaring apung selama 7-8 bulan, dan masa panen secara bertahab dapat di mulai pada masa pemeliharaan 4 bulan. Dan ukuran ikan sidat yang di panen dapat mencapai ukuran komsumsi yaitu 180-200 gram/ekor.

Pemelharaan ikan sidat pada kolam keramba jaring apung merupakan salah satu alternatif dalam rangka penganekaragaman budaya ikan pada kolam keramba jaring apung. Namun dalam penerapanya masih perlu di perhatikan kondisi serta kualitas perairanumum yang di pergunakan.

Baca juga artikel lainnya: