Teori lingkungan

Teori lingkungan

Dalam kelompok teori lingkunagn termasuk teori belajar dan teori sosialisasi yang bersifat sosiologis. Teori-teori belajar mempunyai sifat yang berlainan. Persamaan yang ada diantara berbagai teori belajar itu ialah bahwa mereka semua memandang belajar sebagai suatu  bentuk perubahan dalam disposisi seseorang yang bersifat relative tetap, sedangkan perubahan tersebut tidak disebabkan oleh pertumbuhan.

Menurut teori ini maka perkembangan adalah bertambahnya potensi untuk bertingkah laku. Berjalan harus dipelajari, bergaul dengan oranglain juga harus dipelajari, begitu juga dengan berpikir logis. Ketiga hal ini membutuhkan cara belajar yang berlain-lain. Belajar berjalan adalah cara belajar sensori-motorik, belajar bergaul termasuk belajar sosial dan berpikir logis juga termasuk belajar koqnitif.

Teori ini beranggapan bahwa sesudah tahun pertama, potensi untuk melakukan tingkah laku yang lebih tinggi tidak tergantung dari pada perubahan spontan dari struktur organism, melainkan tergantung dari apa yang kita pelajari dengan teknik-teknik yang tepat. Jadi bila anak hidup dalam suatu lingkungan tertentu, maka anak tadi akan memperlihatkan pola tingkah laku yang khas lingkungannya tadi. Telah banyak diketahui bahwa misalnya perkembangan bahasa, begitu juga keberhasilan disekolah mempunyai sifat-sifat yang khas lingkungan.

  1. Teori psikodinamika/psikososial

Eric Erikson merupakan penganut teori psikodinamika atau psikosialis dari Freud. Erikson menerima dasar-dasar orientasi umum dari Freud, namun menambahkan dasar dasri orientasi teorinya mengenai tahapan perkembangan psikososial. secara umum, Tahapan perkembangan psikosoial ini menekankan perubahan perkembangan sepanjang siklus kehidupan manusia. Masing-masing tahap terdiri dari tugas yang khas yang menghadapkan individu pada suatu permasalahan atau krisis bilamana tidak dapat melampaui denagn baik. Semakin individu tersebut mampu melampaui krisis, maka akan semakin sehat perkembangannya.

Teori ini mempunyai kesamaan dengan teori belajar dalam hal pandangan akan pentingnya pengaruh lingkungan, termasuk lingkunagn primer, terhadap perkembangan. Perbedaanya ialah bahwa teori psikodinamika memandang komponen yang bersifat sosio-afektif sangat fundamental dalam kepribadian dan perkembangan seseorang. Menurut teori ini,  maka komponen yang bersifat sosio-afektif, yaitu ketegangan yang ada dalam diri sseorang sebagai penentu dinamikanya.

sumber :
https://legendsbargrill.com/noblemen-apk/