Teori Komunikasi

Teori Komunikasiy

Teori Komunikasi

Teori Komunikasi

       Dinamika kehidupan masyarakat senantiasa bersumber dari kegiatan komunikasi. Yang merupakan sebuah proses yang kompleks, terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup. Masing-masing teori komunikasi memiliki kelebihan dan kelemahan.

Claude shannon and Warren Weaver (1949) berasal dari teori matematika. Bersifat linier yaitu mempunyai arah tertentu dan tetap dari sumber (komunikator) kepada penerima (komunikan). David K. Berlo (1960:72) menggembangkan model komunikasi S-M-C-R (sources, message, channel, receiver) unsur yang terdapat dalam model ini dapat memberikan kejelasan terhadap konsep-konsep penting lainnya, yaitu:

  1. Peserta didik (penerima) dan guru atau bahan (sumber) adalah bagian intergral teknologi pembelajaran, dan dipandang sebagai komponen komunikasi penting.
  2. Isi pesan, termasuk juga struktur dan cara “treatment”nya, dilihat sebagai bagian proses komunikasi, karena itu merupakan bagian teknologi pembelajaran.
  3. Lima macam indra saluran komunikasi merupakan bagian dari proses komunikasi.
  4. Semua jenis pesan yang disampaikan dengan menggunakan semua jenis sandi (kata-kata, lambang, dan sandi konkret yang digunakan gerakan pembelajaran audiovisual).

Kelemahan-kelemahan teori dan model komunikasi linear, yaitu:

  1. Memandang komunikasi sebagai sesuatu yang linear satu arah bukan proses dua arah.
  2. Sumber dilihat berdasarkan ketergantungan, bukam menekankan pada hubungan antara mereka yang berkomunikasi dan kemandirian yang fundamental.
  3. Kecenderungan memandang objek komunikasi sebagai suatu hal yang sederhana, objek fisik yang terisolasi dari lingkungannya.
  4. Kecenderungan memusatkan pada pesan itu sendiri, tidak menghiraukan keberadaan dalam keadaan diam, serta saat tibanya pesan itu.
  5. Kecenderungan menganggap fungsi utama komunikasi adalah persuasi, bukan mutual understanding, konsnsus atau tidakan bersama.
  6. Kecenderungan berkosentrasi pada efek psikologis komunikasi pada individu yang terpisah, bukan pada efek sosial dan hubungan antara individu dalam jaringan. Dan
  7. Percaya pada hubungan sebab akibat yang mekanis dan searah, bukan pada mutual causation.

Wilbur schramm merupakan ahli komunikasi, usahanya mengaplikasikan teori, model dan hasil-hasil penelitian tentang media kedalam bidang pendidikan, yang sekaligus merupakan bidang garapan teknologi pembelajaran. Hasil penelitiannya mencatat bahwa seorang anak sampai pada usia 16 tahun lebih banyak menggunakan waktunya untuk menonton acara hiburan TV dari pada pembelajaran di sekolah yang diberikan oleh guru. Jadi anak akan lebih banyak belajar dari siaran TV, karena itu pola hidup dan pikirannya telah dibentuk dan diarahkan oleh media TV. Jadi, menuntut progran acara TV yang berkualitas agar dapat membentuk pribadi yang baik.[4]

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/