Struktur konflik

 Struktur konflik

Menurut paul conn,[5][5]situasi konflik ada dua jenis, pertama Konflik menang-kalah (zero-sum-confict) dan konflik menang-menang(non- zero-sum-confict). Konflik menang kalah adalah konflik yang bersifat antagonistic sehingga tidak tidak mungkn tercapainya suatu kompromi antara masing-masing pihak yang bersangkutan. Ciri dari konflik ini adalah tidak mengadakan kerjasama, dan hasil kompetensi akan dinikmati oleh pemenang saja.

Konflik menang-menang adlah suatu konflik dalam mana pihak-pihak yang terlibat masih mungkin mengadakan kompromi dan kerjasama sehingga semua pihak akan mendapatkan konflik tersebut.

  1. Proses Politik

Konflik merupakan gejala serba hadir dalam kehdupan manusia masyarakat dan bernegara. Sementra itu, salah satu dimensi penting proses politik adalah penyelesaian konflik yang melibatkan pemerintah. Proses “penyelesaian” konflik politik yang tidak bersifat kekerasan ada tiga tahap. Adapun ketiga tahap ini meliputi politisasi atau koalisi, tahap pembuatan keputusan, dan tahap tahap pelaksaaan dan integrasi.[6][6] Apabila dalam masyarakat terdapat konflik politik di antara berbagai pihak, dengan segala motifasi yang mendorongnya maka masing-masing pihak akan berupaya merumuskan dan mengajukan tuntutan kepada pemerintah selaku pembuat dan pelaksana politik. Agar tuntutan didengar oleh pemerintah lalu para kontetan akan berusaha mengadakan politisasi, seperti melalui meida massa. Dengan kata lain hal tersebut akan menjadi tranding topic sehingga pemerintah memprhatikan masalah tersebut.

sumber:

Juice Cubes 1.69.01 Apk + Mod for android