SISTEM PENDIDISISTEM PENDIDIKAN PRASEKOLAHKAN PRASEKOLAH

SISTEM PENDIDIKAN PRASEKOLAH

SISTEM PENDIDIKAN PRASEKOLAH

SISTEM PENDIDISISTEM PENDIDIKAN PRASEKOLAHKAN PRASEKOLAH
SISTEM PENDIDIKAN PRASEKOLAH

Semakin semaraknya penyelenggaraan pendidikan prasekolah khususnya taman kanak-kanak belakangan ini merupakan suatu fenomena yang mengembirakan. Akan tetapi meningkatnya apresiasi terhadap keberadaan dan urgensi pendidikan prasekolah juga menimbulkan dilema baru, misalnya perbedaan persepsi antara orang tua, pendidik, dan masyarakat secara keseluruhan dalam memaknai esensi dan misi pendidikan prasekolah. Polemik ini akan berpusat pada orientasi pendidikan prasekolah yaitu pendekatan akademik dan non-akademik. Terjadinya polemik semacam itu dikarenakan tidak adanya kesamaan pemahaman orang tua dan pendidik berkenaan dengan peran pendidikan prasekolah. Oleh karena itu guru berperan agar mampu menanamkan kesadaran kepada orang tua mengenai tugas dan peran pendidikan prasekolah dalam meningkatkan kemampuan anak. Pelaksanaan pendidikan prasekolah (TK) merupakan langkah awal untuk perkembangan kehidupan seseorang. Dikatakan demikian, karena dalam pendidikan prasekolah ditanamkan pola-pola pendidikan yang dapat membantu perkembangan anak sejak dini agar tumbuh dan berkembang secara wajar sebagai anak dalam aspek fisik, keterampilan, pengetahuan, sikap dan perilaku sosial (Supriadi, 1998: 169). Guna mencapai perkembangan itu, pendidikan prasekolah perlu menyiapkan program yang dapat membantu mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak dini usia. Program yang dimaksudkan adalah program bimbingan.
Masalah penelitian secara umum dirumuskan sebagai berikut Bagaimana Pengembangan Program Bimbingan dalam Sistem Pendidikan Prasekolah? Adapun tujuannya adalah mengembangkan program bimbingan dalam sistem pendidikan prasekolah. Melalui pengembangan program bimbingan diharapkan guru mampu menerapkan layanan bimbingan dalam proses pembelajaran dengan lebih baik dan guru mampu memberikan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak usia prasekolah. Metode penelitian yaitu metode deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan kuesioner. Subyek penelitian yaitu anak taman Kanak-kanak (TK) dan guru-guru TK Salman Al-Farisi Kota Bandung.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) guru telah memiliki pemahaman terhadap layanan bimbingan di Taman Kanak-kanak. Pengembangan program bimbingan yang dipahami oleh guru mulai dari perencanaan, pengelolaan, pelayanan bimbingan, dan evaluasi; (2) pengelolaan program bimbingan oleh guru dalam kegiatan belajar di TK belum menunjukkan keoptimalan; dan (3) anak dini usia secara umum telah menguasai tugas-tugas perkembangan. Penguasaan tugas-tugas perkembangan anak termasuk ke dalam kategori sedang. Penguasaan tugas-tugas perkembangan anak dini usia secara berurutan meliputi: kemampuan motorik, bahasa, emosi, kognisi, dan penyesuaian sosial.
Rekomendasi ditujukan kepada guru TK yaitu agar melaksanakan layanan bimbingan terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan, guru hendaknya tidak memilah-milah satu aspek dengan aspek lainnya. Bagi peneliti selanjutnya yaitu meneliti variabel lainnya yang dianggap mempengaruhi peningkatan kemampuan anak dalam penguasaan tugas-tugas perkembangan, menelaah permasalahan yang sama dengan jumlah sampel yang lebih banyak di lokasi yang lebih luas, instrumen yang dikembangkan pada penelitian selanjutnya hendaknya lebih disempurnakan.