PPDB SMP Sleman Bikin Ratusan Orang Tua Kumpul di Disdik Hingga Malam

PPDB SMP Sleman Bikin Ratusan Orang Tua Kumpul di Disdik Hingga Malam

PPDB SMP Sleman Bikin Ratusan Orang Tua Kumpul di Disdik Hingga Malam

PPDB SMP Sleman Bikin Ratusan Orang Tua Kumpul di Disdik Hingga Malam
PPDB SMP Sleman Bikin Ratusan Orang Tua Kumpul di Disdik Hingga Malam

Ratusan calon wali murid SMP Negeri di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mendatangi

kantor Dinas Pendidikan setempat. Malah banyak di antaranya bertahan hingga malam.

Aneka keluhan mmuncul dari orang tua siswa. Kebanyakan orang tua dan wali murid mengeluhkan anaknya tidak bisa diterima di semua sekolah yang telah dipilih. Padahal, secara hitung-hitungan nilai anak mereka bisa masuk ke sekolah yang dituju. Tapi, justru calon siswa dengan nilai yang lebih rendah bisa masuk.

Salah satu orang tua calon siswa SMP Marjiyanto warga Kecamatan Tempel mengatakan, dengan ketentuan penambahan nilai untuk zona I sebesar 100 poin harusnya anaknya bisa diterima di salah satu sekolah yang dipilih. “Anak saya nilainya 19,99 dan masuk zona I sehingga nilai menjadi 29,99. Harusnya di SMPN 3 Tempel bisa diterima, sedangkan siswa lain nilainya 29,0 saja diterima,” katanya.

Hal sama juga dikeluhkan orang tua calon siswa yang lain karena mengalami permasalahan

yang sama. Ariyanto, 40, warga Kecamatan Depok, Sleman, mengatakan, anaknya mendaftar di tiga sekolah. Pilihan pertama SMPN 1 Depok, pilihan kedua SMPN 2 Depok, dan pilihan ketiga SMPN 5 Depok.

“Seharusnya diterima di pilihan kedua, tapi datanya hilang semua. Tidak ada nama anak saya di pengumuman tadi siang,” kata Ariyanto yang bertahan menunggu kejelasan di kantor Dinas Pendidikan Sleman, hingga Kamis, 4/7/19 malam.

Calon wali murid lain, Lukman Nur Hakim, (40), mengatakan, pilihan pertama anaknya

SMPN 1 Ngemplak. Anaknya juga memilih SMPN 3 Ngaglik. “Pagi tadi masih masuk di dalam kuota untuk pilihan kedua, tapi siangnya data anak saya hilang,” katanya.

Setelah mendatangi kantor Dinas Pendidikan, ia mendapat informasi bahwa mereka diminta kembali pada Jumat (5/7) sambil membawa dokumen persyaratan PPDB. Dokumen itu akan dicocokkan dengan nilai calon siswa sehingga dapat ditentukan ia diterima di sekolah mana. “Sistemnya error,” ujarrnya.

 

Baca Juga :