Polemik Pembangunan Politeknik Majene, Wabup Ajak Mahasiswa Kerja Sama

Polemik Pembangunan Politeknik Majene, Wabup Ajak Mahasiswa Kerja Sama

Polemik Pembangunan Politeknik Majene, Wabup Ajak Mahasiswa Kerja Sama

Polemik Pembangunan Politeknik Majene, Wabup Ajak Mahasiswa Kerja Sama
Polemik Pembangunan Politeknik Majene, Wabup Ajak Mahasiswa Kerja Sama

Rencana pembangunan Politeknik Majene mendapat protes sejumlah mahasiswa yang

mendatangi kantor Bupati Majene, Jumat (17/1). Mereka memprotes rencana pembangunan Politeknik tersebut dipusatkan dalam kota yakni di wilayah Kecamatan Banggae dan Banggae Timur.
Wakil Bupati Majene, Lukman, yang menerima para mahasiswa tersebut mengatakan pemilihan dua kecamatan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, masalah utama dalam pembangunan infrastruktur, baik di wilayah perkotaan maupun desa terkait dengan ketersediaan lahan atau tanah.

“Coba mahasiswa menunjukkan lahan yang siap dibangun di luar dua kecamatan tersebut

tanpa ada polemik atau sengketa. Selama ini, permasalahan utama pembangunan infrastruktur baik di wilayah perkotaan dan desa selalu terkait dengan lahan atau tanah,” kata Lukman.
Dia mengajak para mahasiswa untuk bekerja sama. Menurutnya, Pemkab Majene akan selalu terbuka dalam setiap tahapan pembangunan. Jangan sampai, kata dia, rencana tersebut hanya akan menjadi mimpi dan kesempatan menghadirkan Politeknik Majene lepas begitu saja karena polemik yang tidak selesai.

“Mahasiwa ini adalah orang yang cerdas lebih dari pada kami, tolong ditunjukkan logikanya.

Kalau mahasiswa bisa menunjukkan ada lahan yang siap dan masyarakatnya legowo tanpa ada masalah, kenapa tidak, silakan tunjukkan dulu lahannya,” tegasnya.
Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Majene, Afiat Mulwan, menambahkan alasan utama Pemkab Majene menempatkan Politeknik Majene di wilayah perkotaan karena pemerintah telah memiliki lahan seluas 7 hektare. Penentuan lahan tersebut, kata Afiat, sudah melalui kajian dan pertimbangan.
“Pembangunan Politeknik ini sangat mendesak, sehingga jika Majene melepaskan kesempatan ini maka pemerintah pusat bisa saja mengalihkan ke kabupaten lain,” jelasnya.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/