Pengertian Pemeriksaan Head To Toe

2.5 Pengertian Pemeriksaan Head To Toe

            Pemeriksaan fisik adalah tindakan keperawatan untuk mengkaji bagian tubuh pasien baik secara lokal atau  (head to toe) guna memperoleh informasi/data dari keadaan pasien secara komprhensif  untuk menegakkan suatu diagnosa keperawatan maupun kedokteran.

            Tujuan dari pemeriksaan head to toe adalah untuk mencari masalah keperawatan, untuk menegakkan/merumuskan diagnose keperawatan /kedokteran, dan untuk membantu proses rencana keperawatan dan pengobatan.

            Adapun prosedur tindakan dari pemeriksaan fisik secara head to toe yaitu setiap Tahap-tahap pemeriksaan fisik harus dilakukan secara urut dan menyeluruh dan dimulai dari bagian tubuh sebagai berikut:

  1. Kulit, rambut dan kuku.
  2. Kepala meliputi: mata, hidung, telinga dan mulut.
  3. Leher : posisi dan gerakan trachea, JVP
  4. Dada : jantung dan paru.
  5. Abdomen: pemeriksaan dangkal dan dalam.
  6. Genetalia.
  7. Kekuatan otot /musculosekletal.
  8. Neurologi.
  1. Pemeriksaan Kulit, Rambut Dan Kuku
  2. Kulit

        Pemeriksaan kulit bertujuan untuk mengetahui turgor kulit dan tekstur kulit, serta untuk mengetahui adanya lesi atau bekas luka. Tindakan yang dilakukan dalam pemeriksaan kulit yaitu dengan cara:

  1. a) Inspeksi: lihat ada/tidak adanya lesi, hiperpigmentasi (warna kehitaman/kecoklatan), edema, dan distribusi rambut kulit.
  2. b) Palpasi: di raba dan tentukan turgor kulit elastic atau tidak, tekstur : kasar /halus, suhu : akral dingin atau hangat.
  3. Rambut

        Pemeriksaan rambut bertujuan untuk mengetahui warna, tekstur dan percabangan pada rambut serta untuk mengetahui mudah rontok dan kotornya rambut. Tindakan yang dapat dilakukan dalam pemeriksaan rambut yaitu dengan :

  1. a) Inspeksi: disribusi rambut merata atau tidak, kotor atau tidak, bercabang.
  2. b) Palpasi: mudah rontok/tidak, tekstur: kasar/halus.
  3. Kuku

        Pemeriksaan kuku bertujuan untuk mengetahui keadaan kuku: warna dan panjang dan untuk mengetahui kapiler refill. Tindakan yang dapat dilakukan dalam pemeriksaan kuku yaiu dengan cara :

  1. a) Inspeksi: catat mengenai warna : biru: sianosis, merah: peningkatan visibilitas Hb, bentuk: clubbing karena hypoxia pada kangker paru, beau’s lines pada penyakit difisisensi fe/anemia fe.
  2. b) Palpasi: catat adanya nyeri tekan, dan hitung berapa detik kapiler refill (pada pasien hypoxia lambat s/d 5-15 detik.
  1. Pemeriksaan Kepala

     Pemeriksaan kepala bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi kepala serta untuk mengetahui luka dan kelainan pada kepala. Tindakan yang apat dilakukan dalam pemeriksaan kepala yaitu dengan cara:

  1.  Inspeksi: Lihat kesimetrisan wajah jika, muka ka.ki berbeda atau misal lebih condong ke kanan atau ke kiri itu menunjukan ada parese/kelumpuhan, contoh: pada pasien SH.
  2. Palpasi: Cari adanya luka, tonjolan patologik, dan respon nyeri dengan menekan kepala sesuai kebutuhan.

  3. Pemeriksaan Mata

           Pemeriksaan mata bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi mata (medan pengelihatan, visus dan otot-otot mata) dan untuk mengetahui adanya kelainan atau peradangan pada mata. Tindakan yang dapat dilakukan dalam pemeriksaan mata dapat dilakukan dengan cara:

  1. Inspeksi : Kelopak mata ada radang atau tidak, kesimetrisan kanan dan kiri, reflek kedip baik/tidak, konjungtiva dan sclera: merah/konjungtivitis, ikterik/indikasi hiperbilirubin/gangguan pada hepar, pupil: isokor kanan atau kiri (normal), miosis/mengecil, pin point/sangat kecil (suspek SOL),  medriasis/melebar/dilatasi (pada pasien sudah meninggal).
  2. Inspeksi Gerakan Mata
  3. a) Anjurkkan pasien untuk melihat lurus ke depan.
  4. b) Amati adanya nistagmus atau gerakan bola mata ritmis (cepat/lambat).
  5. c) Amati apakah kedua mata memandang ke depan atau ada yang deviasi.
  6. d) Beritahu pasien untuk memandan dan mengikuti jari anda, dan jaga posisi kepala pasien tetap lalu gerakkan jari ke 8 arah untuk mengetahui fungsi otot-otot mata.
  7. Inspeksi Medan Pengelihatan
  8. a) Berdirilah didepan pasien.
  9. b) Kaji kedua mata secara terpisah yaitu dengan menutup mata yang tidak di periksa.
  10. c)Beritahu pasien untuk melihat lurus ke depan dan memfokuskan pada satu titik pandang, misal: pasien disuruh memandang hidung pemeriksa.
  11. d)Kemudian ambil benda/ballpoint dan dekatkan kedepan hidung pemeriksa kemudian tarik atau jauhkan kesamping ka.ki pasien, suruh pasien mengatakan kapan dan dititik mana benda mulai tidak terlihat (ingat pasien tidak boleh melirik untuk hasil akurat).
  12. Pemeriksaan Visus Mata
  13. a) Siapkkan kartu snllen (dewasa huruf dan anak gambar).
  14. b) Atur kursi pasien, dan tuntukan jarak antara kursi dan kartu, misal 5 meter (sesuai kebijakkan masing ada yang 6 dan 7 meter).
  15. c) Atur penerangan yang memadai, agar dapat melihat dengan jelas.
  16. d) Tutup mata yang tidak diperiksa dan bergantian kanan kiri.
  17. e)Memulai memeriksa dengan menyuruh pasien membaca dari huruf yang terbesar sampai yang terkecil yang dapat dibaca dengan jelas oleh pasien.

 

Sumber :

https://finbarroreilly.com/