Pengertian Malware, Spyware dan Adware Serta Perbedaannya

Pengertian Malware, Spyware dan Adware Serta Perbedaannya

Pengertian Malware, Spyware dan Adware Serta Perbedaannya

 

Pengertian Malware, Spyware dan Adware Serta Perbedaannya
Pengertian Malware, Spyware dan Adware Serta Perbedaannya

Pada awal Maret 2020 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengimbau masyarakat berhati-hati ketika mencari informasi mengenai virus Corona (COVID-19) lantaran rentan disusupi malware.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Pangerapan mengatakan, malware itu disebarkan peretas yang memanfaatkan ramainya pencarian informasi tentang COVID-19.

Secara teknis, pelaku akan menyertakan malware pada file dokumen berupa .txt, .pdf, .exe, dan beberapa extension file dokumen lain, kemudian mengirimkannya kepada korabn melalui e-mail atau surat elektronik (surel).

Setelah itu, calon korban diminta membuka dan mengunduh berkas (download file) yang berisi malware tersebut. Pelaku berharap malware dalam dokumen tersebut bisa masuk dalam sistem komputer. Jika berhasil, pelaku akan mengambil alih sistem komputer milik korban.

Dunia siber sebenarnya sudah lama diramaikan dengan berbagai perangkat lunak buatan yang diciptakan khusus untuk menyerang perangkat orang lain. Selain malware, ada juga software jahat serupa seperti spyware dan adware.

Lantas, apa yang menjadi pembeda dari ketiganya. Berikut ini adalah penjelasannya.

Malware

Dilansir University of Massachusetts Amherst, malicious software atau disingkat malware adalah suatu perangkat lunak khusus yang diciptakan dengan tujuan ‘mengganggu’ sistem komputer milik orang lain.

Malware dapat menyerang file yang dimiliki seseorang dan melakukan duplikasi diri sehingga merusak sistem kerja hardisk dan software, mengambil data, serta merusak sistem operasi pada PC target.

Malware bisa berupa software atau kode yang kemudian menyamar menjadi user dan menjalankan sistem tanpa persetujuan. Perangkat lunak ini merusak dengan cara menggambarkan program atau mematikannya. Malware yang ganas bahkan dapat mematikan antivirus yang terpasang pada sistem komputer.

Ada beragam bentuk malware yang beredar hingga saat ini, seperti trojan, worm, virus dan

rookit. Cara kerja malware juga berbeda-beda. Ada yang mengumpulkan informasi sensitif, mengakses tanpa izin, mereplikasi, atau menyerang jaringan internet korban.

Spyware

Spyware terhitung saudara jauh malware. Spyware adalah perangkat lunak yang bekerja untuk memata-matai. Seperti namanya: spy.

Dikutip dari situs Kaspersky, spyware bisa diartikan sebagai software yang didesain untuk tujuan mengumpulkan data dengan cara memata-matai komputer atau perangkat lain, seperti ponsel.

Setelah data suatu sistem komputer atau ponsel dikumpulkan, spyware akan mengirimkannya ke pihak lain sepengetahuan si pemilik yang menjadi terget serangan.

Data-data yang dicuri ini bisa bermacam jenisnya, dari yang paling sederhana sampai yang rahasia seperti kata sandi, PIN, nomor kartu kredit, memantau tombol keyboard yang ditekan, kebiasaan browsing, mengumpulkan alamat surel, sampai memantau pergerakan korban dari GPS perangkat.

Spyware lazim masuk ke sistem komputer atau ponsel dengan cara ‘menempel’ pada

software lain yang memang ingin diunduh dan diinstal oleh si korban.

Terkadang hal ini dilakukan secara diam-diam, namun ada juga pembuat software yang dengan jujur mendeskripsikan adanya spyware — dengan istilah lain — yang ikut diinstal bersama dengan softwarenya.

Namun ada juga cara lain yang dipakai spyware untuk menyerang korbannya. Yaitu menggunakan cara yang sama seperti malware, yakni dengan menyusup melalui situs tertentu, atau menyaru sebagai attachment dalam sebuah email.

Adware

Adware merupakan salah satu bentuk malware yang biasanya berupa advertising atau iklan pop up. Bila tiba-tiba muncul iklan saat menginstal program yang terjadi berulang, berarti komputer tersebut telah terinfeksi adware.

Sifat adware ini biasanya lebih jinak dan tidak merusak, hanya beriklan saja seperti file yang

kita unduh. Namun, seringkali membuat pengguna menjadi jengkel jika terlalu sering muncul.

Untuk mengatasi adware, cukup dengan menghapus cache browser yang kita gunakan. Jika masih belum normal kembali, sebaiknya uninstall browser kemudian install ulang kembali.

Baca Juga: