Pengertian Lifestyle Adalah

Pengertian Lifestyle Adalah

Pengertian Lifestyle Adalah

Pengertian Lifestyle Adalah
Pengertian Lifestyle Adalah

Di era globalisasi seperti saat ini, orang-orang terlalu disibukkan dengan berbagai aktivitas.

Berbagai aktifitas atau tindakandilakukan sehari-hari, baik dari anak-anak, dewasa, maupun orang tua. Di dalam masyarakat ini terdapat orang-orang yang berasal dari sub-budaya, kelas sosial, dan pekerjaan yang memiliki tindakan yang berbeda-beda.Berbagai tindakan yang dilakukan orang-orang biasanya akan berdampak pada kondisi fisik dan lingkungan sekitarnya. Namun kegiatan yang dilakukan juga berdasarkan norma yang berlaku. Tindakan seseorang tersebut biasanya dinamakan sebagai gaya hidup. Gaya hidup yang terpaku pada tindakan manusia juga dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan disekitarnya.

Dewasa ini, sangat banyak muncul gaya hidup

Yang bermasalah khususnya pada remaja. Mereka cenderung bergaya hidup dengan mengikuti mode masa kini. Jika mereka dapat memfilter dengan baik dan tepat, maka pengaruhnya juga akan positif. Namun sebaliknya, jika tidak pintar dalam memfilter mode dari luar, maka akan berpengaruh negative bagi mereka sendiri.

Apabila kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut tetap dilakukan, maka kita akan menanamkan nilai yang tidak baik pada diri kita yang pastinya akan sangat merugikan. Semua kemungkinan buruk tersebut tidak hanya akanmerugikan diri sendiri, melainkan juga akan merugikan orang-orangdi sekitar.Maka dari itu alangkah baiknya kita harus mulai menerapkan gayahidup sehat sejak dini. Dan tidak hanya diterapkan oleh diri sendirimelainkan gaya hidup sehat harus dilestarikan kepada orang lain.Sehingga kedepannya semua orang dapat hidup tenang dan terbebas dari gangguan.

Gaya Hidup

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “gaya hidup” adalah pola tingkah laku sehari-hari segolongan manusia di dalam masyarakat. Gaya hidup menunjukkan bagaimana orang mengatur kehidupan pribadinya, kehidupan masyarakat, perilaku di depan umum, dan upaya membedakan statusnya dari orang lain melalui lambang-lambang sosial.

Gaya hidup atau life style dapat diartikan juga sebagai segala sesuatu yang memiliki karakteristik, kekhususan, dan tata cara dalam kehidupan suatu masyarakat tertentu. Gaya hidup dapat dipahami sebagai  sebuah karakteristik seseorang secara kasatmata, yang menandai sistem nilai, serta sekap terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Gaya hidup merupakan kombinasi dan totalitas cara, tata, kebiasaan, pilihan, serta objek-objek yang mendukungnya, dalam pelaksanaannya dilandasi oleh sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu.

Plummer (1983) gaya hidup adalah cara hidup individu yang di identifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam hidupnya (ketertarikan) dan apa yang mereka pikirkan tentang dunia sekitarnya.

Orang-orang yang berasal dari sub-budaya, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama dapat memiliki gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Pemasar mencari hubungan antara produknya dengan kelompok gaya hidup konsumen. Contohnya, perusahaan penghasil komputer mungkin menemukan bahwa sebagian besar pembeli komputer berorientasi pada pencapaian prestasi. Dengan demikian, pemasar dapat dengan lebih jelas mengarahkan mereknya ke gaya hidup orang yang berprestasi.

Dari beberapa definsi di atas maka dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah suatu pola atau cara individu mengekspresikan atau mengaktualisasikan, cita-cita, kebiasaan / hobby, opini, dsb dengan lingkungannya melalui cara yang unik, yang menyimbolkan status dan peranan individu bagi linkungannya. Gaya hidup dapat dijadikan jendela dari kepribadian masing-masing invidu.Setiap individu berhak dan bebas memilih gaya hidup mana yang dijalaninya.

Bentuk-Bentuk Gaya Hidup

Menurut Chaney (dalam Idi Subandy,1997) ada beberapa bentuk gaya hidup, antara lain :

Industri Gaya Hidup

Dalam abad gaya hidup atau bisa dikatakan sebagai era serba bergengsi, penampilan-diri itu justru mengalami peningkatan dan pusat keutaman . Tubuh/diri dan kehidupan sehari-hari pun menjadi sebuah proyek, benih penyemaian gaya hidup. “Kamu bergaya maka kamu ada!” adalah ungkapan yang mungkin cocok untuk melukiskan kegandrungan manusia modern akan gaya. Itulah sebabnya industri gaya hidup untuk sebagian besar adalah industri penampilan. Sebagai contoh adalah kutipan dari salah satu surat kabar :

“Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang ingin tampil cantik, sehat dan menarik  turut menggairahkan industri kosmetika nasional, bahkan omzetnya tumbuh rata-rata diatas 10 persen per tahun. “Pertumbuhan Industri kosmetika dan obat tradisional tersebut dapat dijadikan sebagai industri andalan dalam menggerakkan perekonomian nasional,” kata Menperin MS Hidayat pada pameran produk kosmetik dan obat tradisional di Kemenperin, Jakarta, Selasa. Saat ini, kata dia, Indonesia memiliki 760 industri kosmetika yang mampu menyerap sebanyak 75 ribu tenaga kerja langsung dan 600 ribu tenaga kerja di bidang pemasaran. Menurut Ketua Persatuan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Nuning S Barwa, tingginya permintaan produk kosmetika di Indonesia mendorong produsen kosmetika dunia masuk ke pasar domestik.”

Iklan Gaya Hidup

Dalam masyarakat mutakhir, berbagai perusahaan (korporasi), para politisi, individu-individu semuanya terobsesi dengan citra. Di dalam era globalisasi informasi seperti sekarang ini, yang berperan besar dalam membentuk budaya citra (image culture) dan budaya cita rasa (taste culture) adalah gempuran iklan yang menawarkan gaya visual yang kadang-kadang mempesona dan memabukkan. Iklan merepresentasikan gaya hidup dengan menanamkan secara halus arti pentingnya citra diri untuk tampil di muka publik.

Iklan juga perlahan tapi pasti mempengaruhi pilihan cita rasa yang kita buat.  Pada dasarnya iklan bertujuan memberikan informasi kepada khalayak mengenai suatu produk. Tetapi dalam suatu iklan terdapat pesan-pesan yang dituangkan dalam tanda atau simbol yang mempunyai makna tertentu. Sebagai contoh adalah iklan-iklan mobil mewah, handphone, rumah mewah, asuransi, serta kelengkapan hidup lainnya.

Public Relations dan Journalisme Gaya Hidup.

Budaya berbasis-selebriti (celebrity based-culture), para selebriti membantu dalam pembentukan identitas dari para konsumen kontemporer. Dalam budaya konsumen, identitas menjadi suatu sandaran “aksesori fashion”. Wajah generasi baru yang dikenal sebagai anak-anak E-Generation, menjadi seperti sekarang ini dianggap terbentuk melalui identitas yang diilhami selebriti (celebrity-inspired identity)-cara mereka berselancar di dunia maya (Internet), cara mereka gonta-ganti busana untuk jalan-jalan. Ini berarti bahwa selebriti dan citra mereka digunakan momen demi momen untuk membantu konsumen dalam parade identitas. Selebritis sebagai figure dalam masyarakat yang bisa menjadi contoh dalam perilakunya.

Daya tarik ini bisa dipakai produsen untuk memperkuat dan turut serta mendorong calon konsumen untuk membeli dan menggunakan produk yang diiklankan. Pertimbangan lain menggunakan selebritis berkaitan dengan popularitasnya, kemenarikan secara fisik, kredibilitas, profesi, status kepemilikan terhadap perusahaan, pemakai merek dan nilai-nilainya, serta resiko kontroversinya. Sebagai contoh adalah iklan minuman pocari sweat yang menampilkan artis-artis korea yang saat ini sedang digandrungi oleh para remaja secara global dengan budaya keypopnya.

Baca Juga :