Pengertian Hipotesis

 Pengertian Hipotesis

Hipotesis berasal dari dua penggal kata, hypo=di bawah; thesa=kebenaran. Jadi hipotesis secara etimologis artinya kebenaran yang masih diragukan. Hipotesis dapat diartika sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti kebenarannya melalui data yang terkumpul.

Menurut Nana Sudjana, hipotesis berasal dari kata hipo, artinya bawah dan tesis, artinya pendapat. Hipotesis berarti pendapat yang kebenarannya masih belum meyakinkan. Kebenaran pendapat tersebut perlu diuji atau dibuktikan.

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah atau pertanyaan penelitian (Nursalam, 2003;55)

Hipotesis merupakan prediksi mengenai kemungkinan hasil dari suatu penelitian (Yatim Riyanto, 2001;16)

Hipotesis adalah tiap pertanyaan tentang suatu hal yang bersifat sementara yang belum dibuktikan kebenarannya secara empiris (Nasution, 2003;39)

Dari tiga pengertian hipotesis diatas dapat disimpulkan hipotesis adalah dugaan sementara yang bersifat sementara yang masih dibuktikan kebenarannya melalui suatu penelitian.

2)  Macam – Macam Hipotesis

Menurut Yatim Riyanto, (2001;17), macam – macam dari hipotesis adalah :

(1) Hipotesis dilihat dari kategori rumusannya

         Hipotesis dilihat dari kategori rumusannya dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Hipotesis nihil (Ho)

Hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain.

Contoh : Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SD.

  1. Hipotesis alternatif (Ha)

Hipotesis yang menyatakan adanya hubungan atau pengaruh antara variabel dengan variabel lain.

Contoh : Ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa.

Menurut ( Freankle and Wallen 1990 : 42 ) Hipotesis alternatif ada dua macam, yaitu Directional Hypotheses dan Non Directional Hypotheses.

(1)       Hipotesis terarah (directional hypoteses ) adalah hipotesis yang di ajukan oleh peneliti, dimana peneliti sudah merumuskan dengan tegas yang menyatakan bahwa variabe independen memang sudah di prediksi berpengaruh terhadap variabel dependen.

(2)       Hipotesis tak terarah (non directional hypoteses ) adalah hipotesis yang diajukan dan dirumuskan oleh peneliti tampak belum tegas bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. ( Riyanto, yatim. Hal 17 -18 )

(2) Hipotesis dilihat dari sifat variabel yang akan diuji

Dilihat dari sifat yang akan diuji, hipotesa penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

  1. Hipotesis tentang hubungan

Hipotesis yang menyatakan tentang saling hubungan antara dua variabel atau lebih.

Contoh : Ada perbedaan prestasi belajar siswa SMA antara yang diajar dengan metode ceramah dan tanya jawab serta metode diskusi.

Hubungan antara variabel tersebut dapat di bedakan menjadi tiga, yaitu :

            1) Hubungan yang sifatnya sejajar tidak timbal balik

Contoh :Hubungan antara kemampuan fisika dengan kimia

2) Hubungan yang sifatnya sejajar timbal balik

Contoh : hubungan antara tingkat kekayaan dengan kelancaran berusaha. Semakin tinggi tingkat kekayaan, semakin tinggi tingkat kelancaran usahanya, dan sebaliknya.

            3) Hubungan yang menunjuk pada sebab akibat tetapi tidak timbal balik

Contoh : hubungan antara waktu PBM, dengan kejenuhan siswa. Semakin lama waktu PBM siswa semakin jenuh terhadap pelajaran yang di sampaikan.

sumber :

https://poekickstarter.com/love-you-to-bits-apk/