Pengertian Hadits Mutawatir dan Syaratnya Lengkap

Pengertian Hadits Mutawatir dan Syaratnya Lengkap

Pengertian Hadits Mutawatir dan Syaratnya Lengkap

Pengertian Hadits Mutawatir dan Syaratnya Lengkap
Pengertian Hadits Mutawatir dan Syaratnya Lengkap

PENGERTIAN HADIST MUTAWATIR

Kata mutawatir secara bahasa,merupakan isim fa’il,dari kata at-tawatur,yang bermakna at-tatabu’ (berturut-turut). Dalam hal ini.mutawatir mengandung pengertian yang bersifat kontinyu,baik secara berturut maupun terus menerus tanpa ada hal yang menyela dan menghalangi kontinuitas itu. Secara istilahi yang lengkap dikemukakan oleh Muhammad ‘Ajjaj Al-khatib:

“ما رواه جمع تحيل العادة تواطؤهم على الكاذب عن مثلهم من اول السند الى منتهاه ان لا يختل هذا الجمع في اي طبقة من طيقات السند “

“Hadis yang diriwayatkan sejumlah periwayat yang menurut adat kebiasaan mustahil mereka sepakat berdusta (tentang hadis yang diriwayatkan) dari sejumlah periwayat dengan jumlah yang sepadan semenjak sanad yang pertama sampai sanad yang terakhir dengan syarat jumlah itu tidak berkurang pada setiap tingkatan sanadnya².
Adapun dari beberapa sumber redaksi yang lain mengatakan tentang pengertian mutawatir:

“ما كانا عن محسوس أخبر به جماعة بلغوا في الكثرة مبلغا تحيل العادة تواطؤهم على الكاذب”

“ Hadis yang didasarkan pada pancaindra (dilihat atau didengar) yang diberitakan oleh segolongan orang yang mencapai jumlah banyak yang mustahil menurut tradisi mereka sepakat berbohong”

Dari berbagai definisi diatas dapat disimpulkan bahwa hadis mutawatir merupakan hadis shahih yang diriwayatkan oleh sejumlah periwayat yang menurut logika dan adat istiadat mustahil mereka sepakat berdusta. Atau dalam pengertian yang lain hadis mutawatir ialah berita hadis yang bersifat indrawi (didengar atau dilihat) yang diriwayatkan oleh orang banyak yang mencapai maksimal diseluruh tingkatan sanad dan akal yang menghukumi mustahil menurut tradisi (adat) jumlah yang maksimal berpijak untuk kebohongan. Dan adapun sandaran beritanya berdasarkan sesuatu yang dapat di indra seperti disaksikan, didengar diraba,dicium atau dirasa.

Mahmud At-Tahhan, Taysir Musthalah Al-Hadits (Surabaya:Syirkah Bungkul Indah,tth), hlm 19
Muhammad ‘Ajjaj Al-Khatib, Ushul Al-Hadits, hlm 301

SYARAT-SYARAT HADIS MUTAWATIR

Dari berbagai definisi tersebut kita telah menemukan syarat-syarat hadis mutawatir yang telah diketahui,yaitu ada 4:

1. Diriwayatkan sejumlah orang banyak

Mengenai hal ini para ulama berbeda pendapat tentang jumlah banyak pada perawi hadis tersebut dan tidak ada pembatasan yang tetap. Diantara sebagian ulama,mereka berpendapat jumlah minimal adalah Ada yang berpendapat jumlah periwayat ada 5,10,orang (karena ia minimal jama’ kasrah) 40,70 orang (jumlah sahabat Nabi Musa A.S) bahkan ada yang berpendapat 300 orang lebih (jumlah tentara thalut dan ahli perang badar). Mengutip pendapat sebagian ulama yang terpitilih oleh Imam Al-Istikhari,Imam jalaluddin As-Syuyuti adalah 10 orang³. Sebenarnya inti dari penentuan jumlah tersebut adalah banyak orang yang karenanya mustahil mereka sepakat berdusta.

2. Adanya jumlah banyak pada seluruh tingakatan sanad

Maksudnya jumlah banyak orang pada setiap tingkatan (thaqabah) sanad dari awal sampai akhir sanad.

3. Mustahil bersepakat bohong

Pada masa awal pertumbuhan hadis memang tidak ega dianalogikan dengan masa modern sekarang ini. Disamping kejujuran dan daya memori mereka yang masih andal,transportasi.antar daerah tidak semudah sekarang. Perlu waktu yang lama dan ega sampai berbulan-bulan dalam kunjungan suatu egara. Berdasarkan hal ini jika periwayatan suatu hadis berjumlah besar,sangat sulit mereka sepakat bohong dalam suatu periwayatan.

4. Sandaran berita terletak pada pancaindra

Maksudnya adalah berita itu didengar dengan telinga atau dilihat dengan mata dan disentuh dengan kulit,tidak didasarkan pada logika atau akal.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/