Pengertian Discovery Learning Menurut Para Ahli

Pengertian Discovery Learning Menurut Para Ahli

Pengertian Discovery Learning Menurut Para Ahli

Pengertian Discovery Learning Menurut Para Ahli

Menurut Wilcox (Slavin, 1977)

dalam pembelajaran dengan penemuan siswa didorong untuk belajar sebagian besar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.

Pengertian discovery learning menurut Jerome Bruner adalah metode belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik kesimpulan dari prinsip-prinsip umum praktis contoh pengalaman. Dan yang menjadi dasar ide J. Bruner ialah pendapat dari piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif didalam belajar di kelas. Untuk itu Bruner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery learning, yaitu dimana murid mengorganisasikan bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir.

Menurut Bell (1978) belajar penemuan adalah belajar yang terjadi sebagia hasil dari siswa memanipulasi, membuat struktur dan mentransformasikan informasi sedemikian sehingga ie menemukan informasi baru. Dalam belajar penemuan, siswa dapat membuat perkiraan (conjucture), merumuskan suatu hipotesis dan menemukan kebenaran dengan menggunakan prose induktif atau proses dedukatif, melakukan observasi dan membuat ekstrapolasi.


Ciri-Ciri Discovery Learning

Ciri utama belajar menemukan yaitu: (1) mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan; (2) berpusat pada siswa; (3) kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada.Ada sejumlah ciri-ciri proses pembelajaran yang sangat ditekankan oleh teori konstruktivisme, yaitu :

  • Menekankan pada proses belajar, bukan proses mengajar
  • Mendorong terjadinya kemandirian dan inisiatif belajar pada siswa.
  • Memandang siswa sebagai pencipta kemauan dan tujuan yang ingin dicapai.
  • Berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses, bukan menekan pada hasil.
  • Mendorong siswa untuk mampu melakukan penyelidikan.
  • Menghargai peranan pengalaman kritis dalam belajar.
  • Mendorong berkembangnya rasa ingin tahu secara alami pada siswa.
  • Penilaian belajar lebih menekankan pada kinerja dan pemahaman siswa.
  • Mendasarkan proses belajarnya pada prinsip-prinsip kognitif.
  • Banyak menggunakan terminilogi kognitif untuk menjelaskan proses pembelajaran; seperti predeksi, inferensi, kreasi dan analisis.
  • Menekankan pentingnya “bagaimana” siswa belajar.
  • Mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam dialog atau diskusi dengan siswa lain dan guru.
  • Sangat mendukung terjadinya belajar kooperatif.
  • Menekankan pentingnya konteks dalam belajar.
  • Memperhatikan keyakinan dan sikap siswa dalam belajar.
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuan dan pemahaman baru yang didasari pada pengalaman nyata.

Berdasarkan ciri-ciri pembelajaran kontruktivisme tersebut diatas, maka dalam penerapannya didalam kelas sebagai berikut :

  1. Mendorong kemandirian dan inisiatif siswa dalam belajar
  2. Guru mengajukan pertanyaan terbuka dan memberikan kesempatan beberapa waktu kepada siswa untuk merespon.
  3. Mendorong siswa berpikir tingkat tinggi.
  4. Siswa terlibat secara aktif dalam dialog atau diskusi dengan guru atau siswa lainnya.
  5. Siswa terlibat dalam pengetahuan yang mendorong dan menantang terjadinya diskusi.
  6. Guru menggunakan data mentah, sumber-sumber utama dan materi-materi interaktif.
  7. Dari teori belajar kognitif serta ciri dan penerapan teori kontruktivisme tersebut dapat melahirkan strategi discovery learning.

Sumber: https://www.loljam.com/high-speed-apk/