PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN KARIR BAGI SISWA TUNARUNGU

PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN KARIR BAGI SISWA TUNARUNGU

PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN KARIR BAGI SISWA TUNARUNGU

PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN KARIR BAGI SISWA TUNARUNGU
PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN KARIR BAGI SISWA TUNARUNGU

Penelitian ini diangkat dari fenomena lapangan, bahwa sebagian besar kebutuhan yang dirasakan siswa tunarungu tentang karir belum mendapatkan pemenuhan dalam pelaksanaannya dan belum terprogram secara baik, dalam pelaksanannya masih dikaitkan dengan program atau kegiatan mata pelajaran. Sementara itu tuntutan kebutuhan karir yang dirasakan siswa secara nyata masih terabaikan. Guru pembimbing masih mengalami kesukaran dalam merumuskan dan mengembangkan materi pelaksanaan bimbingan yang akan diimplementasikan. Untuk menjawab fenomena tersebut perlu diadakan studi yang terpercaya dengan cara memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana menyusun program bimbingan karir. Penelitian ini berusaha memberikan gambaran pada guru pembimbing tentang bagaimana menyusun program bimbingan karir yang memenuhi kebutuhan siswa tunarungu.
Penelitian tentang pengembangan program bimbingan karir ini dilakukan melalui pendekatan tindakan kemitraan (Collaborative Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian untuk meningkatkan layanan bimbingan karir yang sistematis dan mengacu kepada kebutuhan siswa tunarungu di SLB-B YP3ATB Cicendo Bandung. Penelitian ini mengikut sertakan keterlibatan guru kelas, guru keterampilan, pembimbing, dan kepala sekolah untuk merumuskan program bimbingan karir.
Adapun prosedur penelitian ini adalah sebagai berikut. Kesatu : Assesmen identitas dan kebutuhan siswa tunarungu akan karir dan memperoleh informasi kondisi obyektif, mengkaji kerangka teoretis, dan mengkaji ketentuan formal yang berlaku. Kedua : Merumuskan pengembangan program hipotetik bimbingan karir yang didasarkan pada kajian teoretis dan kondisi objektif hasil penelitian. Berdasarkan temuan penelitian bahwa: 1)belum melaksanakan assesmen untuk melihat identitas siswa dan mengetahui kebutuhan-kebutuhan yang menunjang karir siswa, 2)materi bimbingan karir yang diberikan belum mengacu kepada perkembangan karir siswa, 3)kegiatan layanan bimbingan karir belum dilaksanakan secara sistematis dan teoritis dan 4)belum menjalankan evaluasi secara priodik, sistematis dan menyeluruh. Ketiga: Rumusan penelitian ini diuji kelayakannya melalui seminar/diskusi untuk merevisi, masukan-masukan, dan menentukan program akhir bimbingan karir di SLB-B,melibatkan kepala sekolah, guru kelas, guru-guru dan guru pembimbing, Keempat: Implementasi program hasil pengembangan.
Hasil implementasi menunjukkan bahwa, program bimbingan karir efektif bagi siswa tunarungu SLB-B. Indikator efektivitas ditandai dari, 1) kesadaran, kebutuhan, minat, dapat keluar dari fantasi,2) pandangan yang realistis tentang dunia kerja, berkeinginan mengembangkan diri dalam karir,dan 3) mampu menghubungkan dirinya dengan dunia kerja. Berdasarkan hasil kolaborasi dalam implementasi program bimbingan karir, implikasinya mengindikasikan di SLB-B YP3ATB Bandung, perlu program bimbingan karir yang dirancang secara sistematis dan didasarkan atas kebutuhan karir siswa dan kondisi objektif di sekolah.

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/