PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan program bimbingan dan konseling yang berorientasi kecakapan hidup. Secara substansial pengembangan program ini dapat dijadikan rujukan dalam penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah. Data empirik menunjukkan bahwa penyusunan program bimbingan dan konseling di sekolah belum dilandaskan pada kebutuhan nyata anak. Program bimbingan dan konseling yang disusun baru didasarkan pada pengalaman-pengalaman yang selama ini dilakukan. Guru Pembimbing juga masih mengalami kesukaran dalam mengembangkan materi dan bentuk penilaian bimbingan dan konseling yang akan diberikan. Untuk menjawab fenomena tersebut perlu diadakan studi yang terpercaya dengan cara memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana menyusun program bimbingan dan konseling. Tesis ini berusaha memberikan gambaran pada Guru Pembimbing tentang bagaimana menyusun program bimbingan dan konseling yang berorientasi kecakapan hidup.
Proses pengembangan program bimbingan dan konseling yang berorientasi kecakapan hidup ini dilakukan melalui beberapa tahap. Urutan tahap kegiatan tersebut : Tahap I memperoleh informasi dengan memotret kondisi obyektif lapangan, mengkaji kerangka teoritis, mengkaji hasil-hasil penelitian yang relevan, dan mengkaji ketentuan formal yang berlaku. Tahap II merancang pengembangan program bimbingan dan konseling yang berorientasi kecakapan hidup. Tahap III melaksanakan uji kelayakan melalui seminar dan lokakarya dengan Guru Pembimbing SMA se Kota Bogor dan para pengembang bimbingan dan konseling di PPPG Keguruan Jakarta. Tahap IV perbaikan, sehingga tersusun program bimbingan dan konseling yang berorientasi kecakapan hidup yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Bogor.
Program bimbingan dan konseling yang berorientasi kecakapan hidup yang dikembangkan terdiri atas : Rasional, Visi dan Misi, Tujuan, Jenis Kecakapan Hidup, Kegiatan Layanan, Penilaian BK, Strategi Pelaksanaan, Sarana dan Prasarana, Kerjasama, serta Program Bimbingan dan Konseling yang Berorientasi Kecakapan Hidup di SMA Negeri 1 Bogor.
Implikasi hasil penelitian ini adalah memberikan masukan bahwa program bimbingan dan konseling hendaknya disusun berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik, dalam penyusunan program perlu melibatkan banyak fihak yang mendukung terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling, serta kemampuan dan kemauan Guru Pembimbing sebagai faktor utama keterlaksanaan program bimbingan dan konseling.