Pengelompokan Meristem

Pengertian

Jaringan adalah sekelompok sel dengan asal usul, struktur, dan fungsi yang sama. Jaringan meristem adalah  jaringan muda yang selalu membelah membentuk jaringan yang lain. Jaringan ini terdiri atas jaringan embrional yang belum mengalami diferensiasi. Ada dua jenis jaringan meristem, yaitu meristem primer dan meristem sekunder. Meristem primer banyak terdapat pada ujung akar dan ujung batang, dan digunakan untuk pertumbuhan primer (pertumbuhan memanjang). Yang dimaksud meristem sekunder adalah kambium yang berfungsi untuk pertumbuhan sekunder (pertumbuhan membesar). Pembelahan sel juga dapat terjadi dalam jaringan selain jaringan meristem, contohnya dalam korteks batang muda dan pada perkembangan jaringan pembuluh. Pembelahan dalam jaringan ini terbatas. Sementara, sel meristem terus menerus membelah dan menghasilkan sel baru yang menambah tubuh tumbuhan. Ada pula meristem yang mengalami masa istirahat sementara, misalnya pada tumbuhan tahunan yang mengalami dormansi pada musim tertentu dan pada kuncup lateral yang mungkin mengalami dormansi selama fase aktif tumbuhan. Pertumbuhan dan pengkhususan secara morfofisiologi sel yang dihasilkan oleh meristem disebut diferensiasi.

2.1 Pengelompokan Meristem

            Pengelompokan meristem didasarkan pada berbagai kriteria yaitu tepatnya dalam tubuh tumbuhan, asal usul, dan jaringan yang dihasilkan, struktur, tahap perkembangan, dan fungsinya.

Menurut tempatnya, meristem dalam tubuh tumbuhan dikelompokan menjadi tiga yaitu :

  1. a)Meristem pucuk, yang terdapat pada bagian pucuk akar dan pucuk batang.

Pada tahun 1759, Wolff menemukan bahwa pada daun muda dan jaringan batang, pertumbuhannya meningkat pada bagian paling ujung batang. Dia menyebut daerah ini punctum Vagetationis. Sekarang bagian ini disebut ujung pucuk, yang merupakan daerah parmulaan dari organisasi primer batang tempat pertumbuhan terjadi dan tidak terbatas pada satu titik. Ujung pucuk pantas di pertimbangkan sebagai bagian terminal batang tepat di atas primordium daun paling atas. Ada perbedaan besar mengenai bentuk dan ukuran ujung pucuk pada spermatophyta. Irisan memanjang pada bagian tengah pucuk biasanya tampak agak cekung.

Sebelum inisiasi setiap daun meristem pucuk meluas. Setelah tampak primordium daun, meristem pucuk menyempit lagi. Fenomena ini terjadi secara ritmis, misalnya pengulangan permulaan setiap daun atau pasangan daun. Terkait dengan fenomena tersebut Schmidt (1924) memperkenalkan istilah daerah minimum dan maximum pucuk untuk periode anatara permulaan berurutan dari dua daun atau dua pasangan daun, ia menggunaan istilah platokron. Ujung batang dikotil dengan daun berhadapan sangat cocok untuk mempelajari perubahan plastokron.

Sejak tahun 1937 ada banyak penelitian tentang struktur pucuk batang gimnospermae. Kekhasan gimnospermae adalah arah pembelahan sel pada permukaan pucuk, yaitu antiklin dan periklin. Lapisan paling atas wilayah permulaan pucuk dinamakan meristem permukaan. Menurut Popham (1952), berdasarkan struktur pucuk batangnya gimnospermae dapat di bedakan menjadi tiga tipe utama, yaitu:

  1. Tipe cycas

Tipe ini tidak mempunyai wilayah sel induk pusat. Ada tiga wilayah meristemati pada tipe cycas.

1)      Meristem permukaan yang selnya membelah antiklin, periklin, dan diagonal.

2)      Meristem rusuk atau rib meristem, terdapat di daerah pusat pucuk di bawah permukaan. Di bagian atas wilayah ini tampak sel yang berderet tagak. Sel pada dasar membelah periklin, antiklin, dan diagonal. Mereka biasanya besar dan berisi fakuola besar.

3)      Meristem tepi atau meristem perifer, yang membesar dengan adanya pembelahan sel dalam wilayah itu sendiri dan dengan penambahan sel lapisan permukaan dari bagian tepi meristem rusuk. Sel adri wilayah ini lebih kecil dari pada meristem rusuk dan biasanya memanjang.

sumber:

https://www.ayoksinau.com/seva-mobil-bekas/