Pemeriksaan Hidung

   Pemeriksaan Hidung

         Pemeriksaan hidung bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi hidung serta untuk mengetahui adanya inflamasi/sinusitis. Tindakan yang dapat dilkakukan dalam pemeriksaan yaiu dengan cara:

  1. Inspeksi: melihat kesimetrisan hidung, melihat ada atau tidak inflamasi, dan secret.
  2. Palpasi: apakah ada nyeri tekan, massa.
  3. Pemeriksaan Telinga

        Pemeriksaan telinga bertujuan untuk mengetahui keadaan telinga luar, saluran telinga, gendang telinga dan untuk mengetahui fungsi pendengaran. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan cara:

  1. Inspeksi dan Palpasi telinga baik luar dan dalam

telinga luar:

  1. a)Inspeksi: melihat kesimetrisan daun telinga, warna, ukuran, bentuk, kebresihan, adanya lesy.
  2. b)Palpasi: menekan daun telinga apakah ada respon nyeri, rasakan kelenturan kartilago.

                     telinga dalam:

                        Untuk dewasa : daun telinga ditarik ke atas agar mudah di lihat

                        Untuk anak     : daun telinga ditarik kebawah

               

  1. Pemeriksaan Pendengaran

  2. Pemeriksaan dengan Bisikan
  3. a) Mengatur pasien berdiri membelakangi pemeriksa pada jarak 4-6 m.
  4. b)Mengistruksikan pada klien untuk menutup salah satu telinga yang tidak diperiksa.
  5. c) Membisikan suatu bilangan misal “6 atau 5”.
  6. d) Menyuruh pasien mengulangi apa yang didengar.
  7. e) Melakukan pemeriksaan telinga yang satu.
  8. f) Bandingkan kemempuan mendengar telinga kanan dan kiri.
  9. Pemeriksaan dengan Arloji
  10. a) Mengatur susasana tenang.
  11. b) Pegang sebuah arloji disamping telinga klien.
  12. c) Menyuruh klien menyatakan apakah mendengar suara detak arloji.
  13. d) Memimndahkan arloji secara berlahan-lahan menjauhi telinga dan suruh pasien menyatakan tak mendengar lagi.
  14. e) Normalnya pada jarak 30 cm masih dapat didengar.
  15. Pemeriksaan dengan Garpu Tala
  16. Tes Rinne
  17. a) Pegang garpu tala (gt) pada tangkainya dan pukulkan ketelapak tangan.
  18. b) Letakkan gt pada prosesus mastoideus klien.
  19. c)Menganjurkan klien mangatakan pada pemeriksa sewaktu tidak merasakan getaran.
  20. d) Kemudian angkat gt dengan cepat dan tempatkan didepan lubang telinga luar jarak 1-2 cm, dengan posisi parallel dengan daun telinga.
  21. e) Mengistrusikan pada klien apakah masih mendengara atau tidak.
  22. f) Mencatat hasil pemeriksaan.

 

Sumber :

https://littlehorribles.com/