Peluncuran Jaksa Sahabat Guru

Peluncuran Jaksa Sahabat Guru

Peluncuran Jaksa Sahabat Guru

Peluncuran Jaksa Sahabat Guru
Peluncuran Jaksa Sahabat Guru

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat me-launching program Jaksa Sahabat Guru. Program tersebut memberikan perlindungan bagi para guru dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Selain itu, untuk memberikan penerangan hukum, mendapatkan bantuan hukum, serta dapat melakukan diskusi dan pembahasan bersama dalam hal pengelolaan keuangan dan pelaksanaan pembangunan. Program ini ditanda tangain di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Jalan R. E. Martadinata, Kota Bandung, Selasa, 23 Oktober 2018.

Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil mengapresiasi pada program Jaksa Sahabat Guru, untuk memberikan pendampingan di dunia pedidikan. Proses awal dalam dimensi pembangunan ini, mendukung pembangunan Jawa Barat menjadi lebih tertib dan terjamin. Sehingga masalah yang sering muncul akan berkurang, karena telah dilakukan upaya prefentif dengan pendampingan dari awal.

“Sekolah juga, tidak hanya dana dari pusat yang akan di kawal, tetapi dana dari masyarakat. Maka rencana kerja anggaran sekola (RKAS) itu juga harus ada ditiap sekolah. Selanjutnya disetujui oleh tim dari kejaksaan. Dengan begitu akan aman dan kita fokus pada mendidik masyarakat, anak-anak kita menjadi anak-anak yang bermanfaat,” ujar Emil sapaan akrab Ridwan Kamil

Emil mengatakan setelah evaluasi beberapa bulan kedepan, jika program ini

memberikan hasil positif, ia sebagai perwakilan pemerintah pusat akan melaporkan ke presiden untuk dijadikan program nasinonal. Selain itu, pada perencanaannya akan dilakukan secara internal. Dengan adanya pendampingan ini diharapkan masyarakat akan tenang dan pendidikam di Jawa Barat betul-betul akan sangat baik, solid, dan terkawal.

“Setiap ada perseorangan kebingungan, hubungi Jaksa Sahabat Guru. Memberikan perlindungan lahir batin,” ujar Emil.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Radja Nafrijal mengatakan kejaksaan akan

mengawal guru dalam mengelola dana bos sampai semua anggaran dengan maksimalkan fungsi bidang ini dalam mengawal guru. Tentunya dibawah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat, sehingga mereka akan mendukung program Jabar Juara Lahir Batin khususnya dalam bidang pendidikan.

Radja mengharapkan pendidikan di Jawa Barat menjadi nomor satu di Indonesia. Selain itu, pendidikan dapat menjadi “zero korupsi.”

“Kenapa memakai Jaksa Sahabat Guru karena sahabat itu saling membantu, saling

ikhlas tanpa pamrih. Sebenarnya saya mempertaruhkan nama kejaksaan karena kalau ada guru ada yang bermasalah di Jawa Barat, karena kita sahabatnya berarti kita tidak berhasil membina sahabat,” ujar Radja.***

 

Sumber :

https://rushor.com/sejarah-kesenian-reog-ponorogo/