Para ulama berselisih pendapat dalam pelegalan (sah) jual beli ketika adzan shalat jumat

Jumlah Minimal Jama’ah

Adapun hukum berjama’ah dalam shalat Jum’at adalah wajib. Sedangkan mengenai jumlah minimal jamaah dalam shalat Jum’at terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama.
Pertama, Abu Hanifah, Zafar, dan Muhammad berpendapat bahwa jumlah minimal jama’ah dalam shalat Jum’at adalah empat (tiga selain imam).
Kedua, menurut Abu Yusuf minimal jama’ah adalah tiga termasuk imam.
Ketiga, Ats-Tsauri berpendapat minimal dua termasuk imam.
Abu Bakar berkata: Jabir meriwayatkan bahwa Nabi Saw pernah berkhutbah ketika hari Jumat. Kemudian datang kafilah dan manusia pun berlari menuju kafilah itu sehingga hanya tersisa 12 laki-laki bersama nabi Saw. Lalu Allah menurunkan ayat, dan ketika mereka melihat dagangan atau permaian maka merekapun akan menuju kepadanya. Telah diketahui bahwa Nabi Saw tidak pernah meninggalkan shalat Jumat semenjak berada di Madinah dan tidak pernah mengingatkan perihal kembalinya kaum, sehingga shalat Jumat wajib didirikan oleh (minimal) 12 orang laki-laki. Dan ahli sejarah menukil bahwa shalat Jumat yang pertama kali didirikan di Madinah adalah shalat Mus’ab bin Umair dengan 12 laki-laki atas perintah Nabi Saw. Dan hal itu terjadi sebelum hijrah. Maka dapat dikatakan gugur (bathal) jumlah syarat 40 orang laki-laki. Dan juga, tiga seperti halnya empat puluh merupakan angka plural yang sah. Dan yang kurang dari tiga masih diperselisihkan kesahannya sebagai angka plural. Maka bisa dicukupkan dengan tiga dan tidak mensyaratkan yang lebih dari tiga.

2.3.2 Hukum Transaksi Jual Beli

Dan firman Allah tinggalkanlah jual beli, Abu Bakar berkata bahwa terdapat perselisihan di antara ulama salaf dalam waktu pelarangan jual beli. Masyruq, Dhahaq, dan Muslim bin Yasar meriwayatkan jual beli hukumnya haram ketika matahari condong ke arah barat (zawal asy syams). Adapun Mujahid dan Zuhdi berpendapat haramnya ketika adzan dikumandangkan. Ada suatu komentar yang menyatakan bahwa pertimbangan waktu dengan zawal asy syams itu lebih baik, sebab hukum pelarangan jual beli tidak akan gugur sebab adzan yang diakhirkan.
Para ulama berselisih pendapat dalam pelegalan (sah) jual beli ketika adzan shalat jumat.
Pendapat pertama, Abu Hanifah, Abu Yusuf, Zafar, Muhammad, dan Syafi’i berpendapat bahwa jual beli tersebut sah tapi dilarang. Kedua, Imam Malik mengatakan batal (tidak sah).
Abu bakar berkata, Allah berfirman janganlah kalian memakan harta kalian dengan batil kecuali hasil perdagangan yang saling ridho; dan Nabi bersabda, tidak halal harta serang muslim kecuali atas kerelaan hatinya; bahwa kedua dalil ini menyatakan transaksi jual beli hukumnya sah dilakuakn di waktu kapanpun. Apabila ada komentar bahwa Allah berfirman tinggalkanlah jual beli, maka kami menggapi bahwa kami menkombinasikan dua dalil tadi sehingga hukum transaksi tersebut sah tapi haram. Adapun kepemilikian dihukumi dengan ayat dan hadis lain.
Pelarangan (haram) jual beli tidak berhubungan dengan transaksi tersebut, tetapi berhubungan dengan hal di luar transaksi yakni keharusan melaksanakan sholat. Maka hukum jual beli tetap sah. Sama juga seperti jual beli di akhir waktu shalat yang ditakutkan akan habis waktunya jika tetap dilaksanakan jual beli. Hukumnya sah tetapi haram sebab keharusan untuk segera melakukan shalat. Dan juga sama (sah tapi haram dilakukan) seperti talaqqiyil jalab, transaksi orang kota kepada orang desa, dan transaksi yang dilakukan di lokasi yang tidak mendapatkan izin (maghsub). Diriwayatkan Abdul Aziz Ad Darowardi dari Yazid bin Khushaifah dari Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban dari Abu Hurairah, jika kamu melihat seseorang yang melakukan jual beli di masjid, maka katakanlah kepadanya semoga Allah tidak memberi keuntungan untukkmu. Dan jika kamu melihat orang yang mencari barang yang hilang di masjid maka katakanlah kepadanya, semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu. Kemudian Muhammad bin ‘Ajlan meriwayatkan dari Amru bin Syua’ib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah melarang bertransaksi jual beli, mencari barang yang hilang dan melantunkan syair di dalam masjid. Dan Nabi juga melarang memotong rambut di hari jumat sebelum sholat. Kemudian Muhammad bin Muslim bercerita kepada kami dari Abdu Rabbihi bin Abaidillah dari Makhul dari Muaz bin Jabal bahwa Rasulullah bersabda jauhkan anak anak kecil kalian, orang gila kalian dari masjid-masjid kalian.

Sumber: https://pss-sleman.co.id/