PANEN DAN PASCAPANEN TANAMAN JABON

PANEN DAN PASCAPANEN TANAMAN JABON

PANEN DAN PASCAPANEN TANAMAN JABON

PANEN DAN PASCAPANEN TANAMAN JABON

  1. Kriteria panen
  • Prinsip pemanenan tanaman jabon adalah tepat waktu dan tepat cara. Tepat waktu artinya penebangan pohon dilakukan pada saat tanaman sudah cukup umur. Sedangkan tepat cara artinya penebangan dilakukan dengan baik sehingga kayu memiliki kualitas yang baik pada akhir penebangan.
  • Penebangan dilakukan pada saat tanaman cukup dewasa, minimal berumur 5-8 tahun, kecuali untuk penjarangan (3 tahun).
  • Diameter batang juga sudah layak tebang, minimal 35-40 cm. Lebih besar diameter akan lebih baik.
  • Penebangan sebaiknya dilakukan pada saat musim kemarau. Kayu yang dihasilkan akan lebih kering, penanganan penebangan, pengangkutan, serta penjemuran kayu akan lebih mudah.
  • Penebangan sebaiknya dilakukan di atas jam 10 pagi untuk menjadikan kondisi lingkungan sekitar kering terlebih dahulu, sehingga mempengaruhi kualitas kayu yang dihasilkan.
  1. Cara panen

Penebangan pohon jabon pada umumnya sama dengan penebangan pohon-pohon lain pada umumnya. Faktor keselamatan, ketepatan dan kecepatan harus diperhatikan pada saat penebangan, terutama keselamatan penebang dan masyarakat sekitar. Peralatan yang diperlukan untuk penebangan ; gergaji  5-10 orang / mesin, tali tambang, dan golok. Selain itu, dibutuhkan  dewasa untuk melakukan penebangan. Langkah-langkah dalam melakukan penebangan adalah sebagai berikut :

  • Sebelum melakukan penebangan, amati kondisi sekitar. Tentukan arah jatuhnya pohon dengan memperhatikan tinggi pohon, arah tajuk, arah angin, dan tempat yang aman.
  • Pangkas cabang dan ranting tanaman jabon hingga seminim mungkin untuk mengurangi dampak kerusakan yang akan ditimbulkan oleh jatuhnya pohon jabon.
  • Bagian atas pohon diikat dengan tambang untuk membantu mengarahkan jatuhnya pohon.
  • Setelah siap, tebang pohon pada bagian pangkal batang dengan gergaji mesin hingga cukup mudah untuk ditumbangkan (daerah luas) atau dipotong sedikit demi sedikit (daerah sempit).
  • Penebang segera menghindar ke tempat aman.
  • Selanjutnya, pohon ditarik hingga tumbang. Posisi penarik harus jauh dari pohon yang tumbang. Setelah tumbang, sisa-sisa cabang dan ranting segera dibersihkan. Kemudian batang pohon dipotong-potong sesuai ukuran pesanan untuk memudahkan pengangkutan dan pengolahan.

baca juga :