Nilai-nilai Pancasila Sesuai dengan sila ke 3, 4, dan 5

Nilai-nilai Pancasila Sesuai dengan sila ke 3, 4, dan 5

Nilai-nilai Pancasila Sesuai dengan sila ke 3, 4, dan 5

Nilai-nilai Pancasila Sesuai dengan sila ke 3, 4, dan 5
Nilai-nilai Pancasila Sesuai dengan sila ke 3, 4, dan 5

 

KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN DAN PERWAKILAN

Nilai filosofis yang terkandung didalamnya adalah bahwa hakikat Negara sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai mahkluk individu dan makhluk sosial.Hakikat rakyat adalah merupakan sekelompok manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang bersatudan bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia dalam suatu Negara.

Rakyat merupakan subjek pokok pendukung Negara. Oleh kaena itu rakyat adalah asal mula kekuasaan Negara. Sehingga dalam sila kerakyatan terkandung nilai demokrasi yang secara mutlak harus dilaksanakan dalam hidup Negara.

Nilai-nilai permusyawaratan /perwakilan mengandung makna bahwa hendakya dalam sikap dan tingkah laku menghormati dan mengedepankan kedaulatan Negara sebagai perwujudan kehendak seluruh rakyat. Rakyatlah yang sesungguhya memiliki kedaulatan atau kedudukan terhormat dalam kehidupan masyarakat ,bangsa,dan Negara. Sesuai sifat ideology pancasila yang terbuka ,maka dalam memaknai nilai-nilai permusyawaratan /perwakilan,aspirasi rakyat menjadi pangkal tolak penyusunan kesepakatan bersama dengan cara musyawarah/perwakilan. Sikap dan perilaku positif menjunjung tingi nilai-nilai permusyawaratan/perwakailan antara lain:

A.Mengutamakan musyawarah mufakat dalam setiap pengambilan keputusa untuk kepentingan bersama.\
B.Tidak boleh memaksakan kehendak,melakukan intimidasi dan berbuat anarkis kepada orang atau barang milik orang lain.
C.Mengakui bahwa setiap warga Negara Indonesia memiliki kedudukan,han,dan kewajiban yang sama.
D.Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil rakyat yang telah terpilih untuk melaksanakan musyawarah dan menjelaskan tugasnya dengan baik.
Contoh sikap-sikap positif terhadap nilai-nilai pancasila sila keempat.
Dalam sila ini diakui bahwa Negara RI menganut asas demokrasi yang bersumber kepada nilai-nilai kehidupan yang berakar dalam budaya bangsa Indonesia. Perwujudan itu dipersepsi sebagai paham kedaulatan rakyat,yang bersumber pada nilai kebersamaan ,kekeluargaan,dan gotong royong.

Penghargaan yang tinggi terhadap musyawarah mencerminkan sikap dan pandangan hidup bernilai kebenaran yang tinggi. Misalnya:

1.Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat.
2.Lebih menghargai kesukarelaan dan kesadaran dari pada memaksakan sesuatu pada orang lain.
3.Menghargai sikap etis rasa tanggung jawab yang harus ditunaikan,sebagai amanat seluruh rakyat. Tanggung jawab itu bukan hanya ditujukan kepada manuusia tetapi juga tanggung jawab moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Sila ini mengandung pengakuan atas nilai kebenaran dan keadilan dalam menegakkan keadilan dalam menegakan kehidupan yang bebas,adil,dan sejahtera.

KEADILAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

Dalam sila kelima tersebut mengandung nilai-nilai yang merupakan tujuan Negara sebagai tujuan dalan hidup bersama.Maka didalam sila kelima tersebut terkandung nilai keadilan yang harus terwujud dalam kehidupan bersama(kehidupan sosial).Keadilan tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan kemanusian yaitu keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia denhan manusia lain,manusia dengan masyarakat,bangsa dan negaranya, serta hubungan manusia dengan Tuhan-Nya
Konsekuensi nilai-nilai keadilan yang harus terwujud dalam hidup bersama adalah:
1.keadilan distributif ,yaitu suatu hubungan keadilan antara negera terhadap warganya ,dalam arti pihak negaralah yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk kesejahteraan ,bantuan, subsidi serta kesempatan dalam hidup bersama yang didasarkan atas hak dan kewajiban
2.keadilan legal(keadilan bertaat) .yaiti suatu hubungan keadilan antara warga Negara terhadap Negara dan dalam masalah ini pihak wargalah yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam Negara.
3.keadilan komutatif yaitu hubungan keadilan antara warga satu dengan lainnya secara timbal
balik.
Dengan menjunjung tinggi nilai –nilai keadialn sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang sesuai dengan sifat pancasila sebagai ideology terbuka diharapkan kesejahteraan lahiar dan batin secara berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Kesejahteraan harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan merata diseluruh daerah. Sikap dan perilaku positif menjunjung tinggi nila-nilai keadilan sosial antara lain:
a.Mengembangkan sikap gotong royong dan kekeluargaan dengan lingkungan masyarakat sekitar.
b.Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan kepentingan orang lain,seperti mencoret-coret pagar sekolah dan lain-lain.
c.Suka bekerja keras dalam memecahkan atau mencari jalan keluar ,masalah-masalah pribadi,mastarakat bangsa dan Negara.
d.Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial melalui karya nyata.

Baca Juga: