Museum KAA Selenggarakan HUT KAA Ke-59

Museum KAA Selenggarakan HUT KAA Ke-59

Museum KAA Selenggarakan HUT KAA Ke-59

Museum KAA Selenggarakan HUT KAA Ke-59
Museum KAA Selenggarakan HUT KAA Ke-59

BANDUNG- Ratusan siswa sekolah, sejumlah komunitas serta perwakilan Negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika, menghadiri HUT KAA ke-59 yang berlangsung di Gedung Merdeka, mulai hari ini Kamis (17/04) hingga Kamis (24/04).

Kegiatan HUT KAA ke-59 dengan nama Festival Konferensi Asia Afrika 2014 akan menyemarakkan peringatan ke-59 konferensi bersejarah itu yang melahirkan “Dasa Sila Bandung” pada 1955.
Kepala Museum KAA yang juga Ketua Panitia Festival Konferensi Asia Afrika 2014, Thomas Adrian Siregar mengatakan, kegiatan ini untuk mengajak masyarakat untuk bisa merasakan kembali nilai-nilai KAA.

“Melalui penghayatan nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah KAA bisa mencerminan semangat solidaritas dan persahabatan,” ujar Thomas, disela-sela HUT KAA Ke-59 di Gedung Merdeka, Kamis (17/04).

Menurut Thomas, kegiatan dengan tema “Semangat Kemitraan dan Langkah Maju Kerja Sama Asia Afrika” bisa memberikan pembelajaran kepada generasi muda Kota Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.
“Jika generasi muda bisa menelaah dan mencermati nilai-nilai KAA, tidak akan ada tawuran pelajar, dulu setiap bangsa yang memiliki perbedaan idiologi, agama, budaya bisa bersatu untuk satu tujuan yaitu kebersamaan,” katanya.

Thomas mengatakan, berbagai acara dalam Festival KAA akan digelar dengan tagline Asian-African Friendships Dayts (AAFD) yang digelar akhir pekan 19-20 April 2014 di Jalan Cikapundung Timur Kota Bandung, atau di bagian barat Gedung Konferensi Asia Afrika.

“Kegiatan diawali dengan prosesi Bandung Walk di Jalan Asia Afrika yang dilanjutkan dengan pengibaran 106 bendera peserta KAA, bendera PBB, parade Asia Afrika dan juga Pameran Asia Afrika, yang berlangsung pagi hingga siang tadi.” tuturnya.

Kegiatan luar ruang berlangsung di Jalan Cikapundung timur akan diisi dengan Bandung Hitorical Study Games (BHSG) dan konser tunggal Leo Kristi. Kegiatan Asia Africa Friendship Days (AAFD) serta kampanye peduli lingkungan.

Dalam Festival KAA itu juga akan menampilkan agenda “Bincang Bindang dengan

Saksi Sejarah” seperti Tatang Endan (Divisi Pengamanan Acara KAA), Paul Teja Surya (fotografer senior), Solihin GP (tokoh Jabar) serta peluncuran buku “Di Balik Layar: Warna Warni KAA 1955”. (Parno)

Peringati 59 KAA, Panitia Libarkan 700 Folentir

BANDUNG- Sebanyak 700 folentir di libatkan dalam kegiatan Festival Konferensi Asia Afrika 2014 akan menyemarakkan peringatan ke-59 konferensi bersejarah, yang melahirkan “Dasa Sila Bandung” pada tahun 1955.

Kepala Museum KAA, Thomas Adrian Siregar mengatakan, mereka akan dilibatkan

dalam berbagai kegiatan yang sudah dirancang dalam lima hari.
“Kita membuka kepada mereka yang ingin terlibat dalam HUT KAA kali ini, dan ternyata yang daftar lebih dari itu, terpaksa kita batasi,” ujar Thomas, disela-sela HUT KAA Ke-59 di Gedung Merdeka, Kamis (17/04).

Thomas mengaku, pihaknya tidak memberikan uang saku atau fasilitas lain kepada

meraka yang ingin terlibat dalam acara ini, kita hanya memberikan tempat kepada mereka untuk berkreasi.
“Alhamdulillah, acara yang cukup besar dengan melibatkan massa yang banyak kita tidak mengeluarkan anggaran yang besar, ini semua atas dukungan komunitas serta elemen masyarakat dan instansi yang mendukung secara penuh acara ini,” katanya.

 

Sumber :

https://insightmaker.com/article/169675/Understanding-Leadership-According-to-Experts