Meningkatkan rasa percaya remaja

Meningkatkan rasa percaya remaja

Meningkatkan rasa percaya remaja

Meningkatkan rasa percaya remaja
Meningkatkan rasa percaya remaja

kepercayaan diri adalah

kesadaran individu akan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya, meyakini adanya rasa percaya dalam dirinya, merasa puas terhadap dirinya baik yang bersifat batiniah maupun jasmaniah, dapat bertindak sesuai dengan kapasitasnya serta mampu mengendalikannya.

Penyebab munculnya rasa tidak percaya diri ini beragam, antara satu orang dengan orang yang lain bisa saja berbeda. Namun secara umum rendahnya rasa percaya diri ini sebabkan oleh beberapa hal, seperti keadaan fisik, keadaan ekonomi, keadaan psikologis, maupun keadaan latar belakang keluarga.

Selain di kehidupan masyarakat luas ternyata pelajar dan mahasiswa juga sering menunjukkan tingkah laku yang mencerminkan adanya rasa tidak percaya diri. Tingkah laku yang paling mudah di temui di sekolah dan

perguruan tinggi antar lain:

  • Tidak berani bertanya dan menyatakan pendapat
  • Grogi atau minder saat tampil di depan kelas
  • Timbulnya rasa malu yang berlebihan
  • Menyontek saat mengerjakan ujian
  • Mudah cemas dalam menghadapi berbagai situasai
  • Salah tingkah dalam menghadapi lawan jenis
  • Sering menyendiri dan tidak suka bergaul

Keadaan-keadaan tersebut jika di biarkan akan menghambat proses pengembangan diri dan pencapaian tujuan atau cita-cita.

Untuk dapat meningkatkan rasa percaya diri

di perlukan suatu usaha yang gigih dan terus menerus agar terbangun rasa percaya diri yang kokoh. Berikut ada 5 kiat jitu meningkatkan rasa percaya diri

  1. Menyadari bahwa semua orang adalah ciptaan Tuhan yang dikaruniai hak-hak mendasar yang sama, yaitu hak untuk hidup, hak untuk merdeka, dan hak untuk mencari kebahagiaan kita sendiri. Semua manusia adalah unik dengan berbagai kelebihan daan kelemahan. Ini adalah kunci penting dalam membangun kepercayaan diri. Sebuah keyakinan yang teguh harus di tanamkan dalam hati.
  2. Mandiri dan tidak tergantung dengan orang lain. Pribadi yang mandiri dan sehat memiliki kemampuan untuk membentuk pikiran, mencapai keputusan, dan melaksanakan dorongan dan disiplin mereka sendiri.
  3. Sadari dan pahami kelebihan. Setiap orang pasti punya kelebihan, namun kita sering tidak menyadari. Dari itu mulai kenali kelebihan kita. Jika kesulitan mengetahui kelebihan yang kita punya, kita bisa meminta bantuan orang lain, bisa orang tua, teman, konselor atau psikolog.
  4. Berfikir realistis. Kebanyakan orang tergoda untuk melihat atau terfokus melihat hal yang negatif yang berkaitan dengan dirinya atau karyanya, sementara hal positif yang ada padanya/ karyanya sering diremehkan. Maka seseorang perlu belajar untuk selalu berpikir imbang karena pikiran yang imbang itulah yang nyata ada/ yang realistis.

Bersikap asertif.

Asertif di perlukan untuk membangun rasa percaya diri. Asertif adalah suatu perilaku berani mengungkapkan apa yang kitaa rasakan kepada orang lain. Hal ini awalnyaa mungkin berat. Kuncinya seseorang tidak usah takut di nilai, seseorang harus sadar bahwa hidup tidak mungkin bisa lepas dari penilain orang lain.

Sumber : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/isi-teks-proklamasi/