Manfaat Sistem pakar Serta Kelemahannya

Manfaat Sistem pakar Serta Kelemahannya

Manfaat Sistem pakar Serta KelemahannyaManfaat Sistem pakar Serta Kelemahannya

Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengapdosi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.

dilakukan oleh para ahli.

Manfaat Sistem Pakar

Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli
Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis
Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar
Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka) pakar (terutama yang termasuk keahlian langka)
Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya
Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian. Pengguna bisa merespon dengan jawaban ’tidak tahu’ atau ’tidak yakin’ pada satu atau lebih pertanyaan selama konsultasi dan sistem pakar tetap akan memberikan jawaban.
Tidak memerlukan biaya saat tidak digunakan
Dapat digandakan (diperbanyak) sesuai kebutuhan dengan waktu yang minimal kebutuhan dengan waktu yang minimal dan sedikit biaya
Dapat memecahkan masalah lebih cepat daripada kemampuan manusia dengan catatan menggunakan data yang sama.
Menghemat waktu dalam pengambilan Keputusan
Meningkatkan kualitas dan produktivitas karena dapat memberi nasehat yang konsisten dan mengurangi kesalahan
Meningkatkan kapabilitas sistem terkomputerisasi yang lain.
Mampu menyediakan pelatihan. Pengguna pemula yang bekerja dengan sistem pakar akan menjadi lebih berpengalaman. Fasilitas penjelas dapat berfungsi sebagai guru.

Kelemahan Sistem Pakar
Biaya yang diperlukan untuk membuat, memelihara, dan mengembangkannya sangat mahal
Sulit dikembangkan
Sistem pakar tidak 100% benar
Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu situasi atau problem bisa berbeda-beda, meskipun sama-sama benar.
Transfer pengetahuan dapat bersifat subjektif dan bisa
Kurangnya rasa percaya pengguna dapat menghalangi pemakaian sistem pakar.

 

Sumber: https://ngegas.com/data-pribadi-diduga-anggota-saracen-beredar-perlu-kah-disebarkan/