Makanan Tinggi Kalori yang Baik

Makanan Tinggi Kalori yang Baik

Makanan Tinggi Kalori yang Baik

Makanan Tinggi Kalori yang Baik
Makanan Tinggi Kalori yang Baik

Banyak orang beranggapan bahwa kalori adalah hal yang buruk. Namun, sesungguhnya kalori juga penting bagi kesehatan, termasuk untuk menjaga memelihara berat badan serta menjaga asupan gizi tetap seimbang.

Melansir Reader’s Digest pada Rabu (6/2/2019), juru bicara dari Academy of Nutrition and Dietetics, Malina Malkani mengatakan, dalam memelihara berat badan, menjaga kalori tetap terjaga adalah sebuah keharusan.

“Tetapi dalam diet harian yang seimbang dan proporsional, pasti ada ruang untuk menikmati camilan favorit, tinggi kalori atau yang lainnya,” kata Malkani.

Agar nutrisi tetap seimbang dan tetap sehat, berikut ini beberapa makanan tinggi kalori yang direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Kacang dan selai kacang

Malkani mengatakan, satu gram lemak berarti sembilan kalori sementara satu gram protein atau karbohidrat hanya empat kalori.

Dia menambahkan, baik kacang-kacangan atau selai kacang, menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan kesehatan karena kaya akan protein, serat, dan lemak sehat, serta banyak vitamin, mineral, dan fitonutrien.

Ahi gizi dari International Foor Information Council Foundation, Ali Webster mengatakan, lemak tak jenuh tunggal dan ganda yang ada dalam kacang-kacangan dan biji-bijian terkait dengan rendahnya risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, kandungan proteinnya membuat orang merasa kenyang setelah mengonsumsinya.

Dalam tiap sajian, paling tidak kacang-kacangan mengandung 85 sampai 100 kalori. Tergantung jenisnya.


Avokad

Malkani mengatakan, avokad kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang menyehatkan jantung. Selain itu, mereka juga lebih tinggi kalori bila dibandingkan buah-buahan lainnya.

Kandungan tembaga, folat, serat, dan vitamin K, serta lemak dalam avokad menurut Webster menjadi penambah nutrisi dan membantu tubuh menyerap nutrisi yang larut dalam lemak, dari makanan lain. Dalam setiap avokad, pakar menyatakan paling tidak ada sekitar 240 kalori.


Biji chia

Walau kecil, biji chia mengandung banyak kalori dan nutrisi. Webster mengungkapkan bahwa biji ini mengandung serat, kalsium, protein, asam lemak omega-3, seng, dan tembaga. Selain itu, biji chia bisa menurunkan tekanan darah dan memiliki efek antiinflamasi karena adanya lemak sehat.

Paling tidak, dalam setiap sendok makan, biji chia mengandung hingga 70 kalori.


Minyak zaitun

Webster mengatakan bahwa minyak zaitun merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal yang menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, kandungan omega-6, omega-3, vitamin E, dan vitamin K-nya juga tinggi.

Minyak ini juga bermanfaat mulai dari fungsi otak hingga mengatur berat badan agar tetap sehat. Pastikan juga jenis yang digunakan terdiri dari seratus eprsen minyak zaitun extra virgin. Hal ini karena beberapa produk sudah bercampur dengan minyak yang lebih murah.

Paling tidak, ada sekitar 120 kalori dalam setiap satu sendok makan minyak zaitun.


Susu

Susu dan berbagai produk olahannya mengandung protein, kalsium, vitamin D, kalium, serta bakteri baik yang meningkatkan kesehatan pencernaan. Susu tinggi lemak memiliki rasa yang lebih kaya dan lebih baik. Webster mengatakan, ini membuat orang akan merasa lebih kenyang jika dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi rendah lemak.

Lemak ekstra juga membantu seseorang merasa kenyang dan membantu menurunkan berat badan. Namun, Malkani juga meminta Anda untuk mengawasi kandungan lemak jenuh dari susu tinggi lemak. Pastikan memilihnya dengan benar dan mengonsumsinya dengan teratur. Minimalisasi juga asupan lemak jenuh dari sumber lain.

Dalam secangkir susu murni paling tidak ada 149 kalori.


Cokelat hitam

Menurut Healthline, cokelat hitam penuh dengan antioksidan dan nutrisi sehat lain. Misalnya serat, zat besi, magnesium, tembaga, dan mineral lainnya. Sehingga, cokelat jenis ini membantu meningkatkan fungsi otak, mengurangi risiko penyakit jantung, serta meningkatkan tekanan darah.

Baca Juga :