Makan Durian Bisa Picu Kematian Begini Penjelasan dari Ahli

Makan Durian Bisa Picu Kematian? Begini Penjelasan dari Ahli

Makan Durian Bisa Picu Kematian? Begini Penjelasan dari Ahli

Makan Durian Bisa Picu Kematian Begini Penjelasan dari Ahli
Makan Durian Bisa Picu Kematian Begini Penjelasan dari Ahli

Apakah makan durian bisa menyebabkan kematian? Pertanyaan ini muncul setelah seorang sopir angkutan kota di Tangerang, Banten, ditemukan meninggal usai sehari sebelumnya ia ‘diketahui makan durian dalam jumlah banyak’.

Sopir angkutan kota itu ditemukan meninggal dunia dalam keadaan hidung mengeluarkan

darah di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pekan lalu. Kepolisian yang memeriksa sejumlah saksi, mengatakan korban memiliki penyakit darah tinggi.

Dilaporkan pula, sehari sebelum meninggal pada Sabtu (19/1/2019), almarhum “makan durian dalam jumlah banyak”. Penyebab pasti meninggalnya sopir angkutan kota itu tak diketahui “karena tidak ada visum”.

Apa dampak durian terhadap tubuh?
Beredarnya kabar kematian sopir angkutan kota itu kembali mendorong pertanyaan yang kerap diajukan: apakah durian bisa memicu kematian.

Menurut Dokter Spesialis Gizi, dr. Samuel Oetoro, jika durian yang dipilih terlalu matang, ada kemungkinan meningkatkan tekanan darah.

“Durian yang terlalu matang mengalami fermentasi, wangi dan kadang timbulkan rasa pahit,” kata dr. Samuel kepada wartawan BBC News Indonesia, Silvano Hajid.

Ia menambahkan, durian yang terlalu matang sebabkan ‘thermogenesis’ atau proses meningkatnya suhu tubuh. “Semakin matang, kandungan gulanya juga semakin tinggi,” tambahnya.

Durian yang terlalu matang itu menyebabkan metabolisme tubuh meningkat, membuat

jantung bekerja lebih keras. Pembuluh darah yang sudah tipis ditambah peningkatan kerja jantung dapat menyebabkan pembuluh darah pecah.

Dalam riset tentang efek durian terhadap tekanan darah dan detak jantung. Terdapat pengaruh yang cukup signifikan ketika durian dikonsumsi secara berlebihan.

Riset yang termuat dalam International Journal of Food Properties pada 2015 mengungkap individu berusia 20-22 tahun mengalami peningkatan detak jantung setelah memakan 500 gram durian.

Peningkatan itu terjadi setelah 30 menit hingga dua jam memakan durian. Seementara

individu yang memakan durian dengan porsi wajar tidak mengalami gejala itu.

Dr. Samuel juga mengatakan, sebenarnya durian itu memiliki banyak keunggulan bagi tubuh manusia jika dikonsumsi secara wajar.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/