LEVEL STRATEGI

LEVEL STRATEGI

level strategi dalam manajemen strategi, terdapat tingkatan- tingkatan, yaitu tingkat korporat, tingkat bisnis dan tingkat fungsional. Tingkatan tersebut berkaitan dengan skala atau ruang lingkup suatu organisasi atau perusahaan.

Strategi level korporat merupkan strategi yang dirumuskan oleh level korporat yang biasanya disebut “kantor pusat”. Stretegi level bisnis dirumuskan dan diaplikasikan oleh unit bisnisatau usaha yang ada. Strategi level fungsional yang cakupanna seperti pemasaran, sdm, keuangan, operasi dan lainnya. Strategi korporat disebut juga pemilihan perencanaan arah tujuan secara keseluruhan. Beberapa aspek penting dalam strategi korporat:

  1. Orientasi perusahaan secara menyeluruh. Kearah pertumbuhan (growth), stabilitas, dann penciutan/ penghematan, yang kemudian disebut directional strategy
  2. Industri atau pasar mana yang mana sesuai dimasuki untuk bersaing (srategi portofolio)
  3. Perilaku manajemen perusahaan dalam mengkoordinasi aktivitas, transfer sumber daya, dan mendayagunakan pada lini produk atau unit bisnis (parenting strategy)
  1. ANALISIS SWOT

Secara umum, analisis swot pada tiap media massa dapat dilakukan, seperti yang diterangkan dibawah ini:

  1. Strengths ( kekuatan / kelebihan)

–  tersedianya dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

–  tersedianya undang-undang pers.

–  tersedianya fasilitas sarana dan prasarana media massa.

–  adanya promosi yang dapat dilakukan.

  1. Weaknesses (kelemahan/kekurangan)

–  pelayanan terhadap masyarakat.

–  mutu/ kualitas sebagian sumber daya manusia (sdm).

–  belum optimalnya fungsi pers.

–  kurangnya kepedulian pihak swasta terhadap pers.

  1. Opportunities (peluang /kesempatan)

–  adanya partisipasi dan dukungan masyarakat.

–  adanya dukungan pemerintah.

–  adanya dunia usaha/industri yang bersedia bekerjasama.

–  kebutuhan masyarakat terhadap informasi.

  1. Threats ( ancaman)

–  perilaku dan budaya masyarakat yang kurang mendukung kerja media.

–  masih adanya krisis ekonomi yang melemahkan kemampuan masyarakat secara finanasial.

–  belum mempunyai dukungan dari pemerintahan  yang otoriter

–  image sebagian masyarakat bahwa media tidak menjanjikan masa depan yang lebih baik.

sumber :
https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/