Konstitusi pada Negara Liberal

Konstitusi pada Negara Liberal

Konstitusi pada Negara Liberal

Konstitusi pada Negara Liberal

Konsepsi pemikiran liberal (liberalism) di Negara-negara barat muncul sebagai anti klimaks dari penguasa monarki absolute. Mereka gandrung menyuarakan liberte, egalite, dan fraternite. Dalam arti luas Liberalisme adalah “usaha perjuangan menuju kebebasan”. Salah satu Negara yang menganut asas liberalisme adalah Amerika Serikat dan Negara Inggris. Amerika Serikat menerapkan konsepsi pemikiran liberalisme di mana tujuan pembentukan Negara hanya berfungsi sebagai “penjaga malam” yaitu sekedar menjaga ketertiban dan keamanan individu serta menjamin seluas-luasnya hak-hak individu dalam memeperjuangkan kehidupannya.

  • Konstitusi di Negara Inggris Negara Inggris tidak mempunyai konstitusi tertulis ; oleh sebab itu, dianggap memudahkan pemerintah untuk menyesuaikan tindakan-tindakan dan lembaga-lembaganya sesuai dengan tuntunan zaman tanpa mengalami kesulitan dalam prosedurnya.
  • Mekanisme Konstitusional Demokrasi Parlementer Ciri-ciri pemerintahan parlementer adalah sebagai berikut :
  1. Kekuasaan legislative (DPR/Parlemen) lebih kuat daripada kekuasaan eksekutif (Pemerintah =Perdana Menteri)
  2. Menteri-menteri (cabinet) harus mempertanggung jawabkan semua tindakannya kepada DPR. Iniberarti cabinet harus mendapat kepercayaan (mosi) dari parlemen.
  3. Program-program kebijakan cabinet harus disesuaikan dengan tujuan politik sebagian besar anggota parlemen. Bila cabinet melakukan penyimpangan terhadap program-program kebijakan yang dibuat, anggota parlemen dapat menjatuhkan cabinet dengan memberikan mosi tidak percaya kepada pemerintah.
  4. Kedudukan kepala Negara (raja, ratu, pangeran atau kaisar) hanya sebagai lambing atau symbol yang tidak dapat di ganggu gugat.

baca juga :