Konflik Yang Tidak Terkendali Menyebabkan Kekerasan

Konflik Yang Tidak Terkendali Menyebabkan Kekerasan

Konflik Yang Tidak Terkendali Menyebabkan Kekerasan

Konflik Yang Tidak Terkendali Menyebabkan Kekerasan
Konflik Yang Tidak Terkendali Menyebabkan Kekerasan

Konflik yang tidak terkendali akan mengarah pada kekerasan, namun demikian perlu dipahami bahwa konflik berbeda dengan kekerasan. Kekerasan adalah konflik-konflik sosial yang tidak terkendalikan oleh masyarakat atau mengabaikan sama sekali norma dan nilai-nilai sosial yang ada sehingga berwujud merusak. Kekerasan tidak akan muncul apabila kelompok-kelompok yang saling bertentangan itu mampu memenuhi 3 persyaratan sebagai berikut :

  1.  Masing masing kelompok yang terlibat dalam konflik harus menyadari akan adanya situasi konflik diantara mereka. Karena itu, menyadari pula perlunya dilaksanakan prinsip-prinsip keadilan secara jujur bagi semua pihak.
  2. Setiap kelompok yang terlibat di dalam konflik harus mematuhi aturan.
  3. Pengendalian konflik-konflik tersebut hanya mungkin dilakukan berbagai kekuatan sosial yang saling bertentangan itu terorganisasi dengan jelas. Jika kekuatan-kekuatan sosial yang saling bertentangan berada dalam keadaan tidak terorganisasi, makan pengendalian atas konflik-konflik yang terjadi diantara mereka pun merupakan suatu hal yang sulit dilakukan.

Konflik sosial tidak akan berubah menjadi kekerasan apabila dapat dikendalikan dengan baik. Ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial sebagai berikut :

  1. Konsiliasi

Merupakan bentuk pengendalian sosial yang utama. Pengendalian seperti ini terwujud melalui lembaga lembaga tertentu yang memungkinkan tumbuhnya diskusi dan pengambilan keputusan keputusan diantara pihakpihak yang berlawan mengenai persoalan-persoalan yang mereka pertentangkan. Konsiliasi terjadi dalam kehidupan politik.

  1. Mediasi

Pengendalian konflik dengan cara mediasi dilaksanakan apabila kedua belah pihak yang terlibat konflik bersama-sama sepakat untuk menunjuk pihak ketiga yang akan memberikan masihat-nasihatnya tentang bagaimana mereka sebaiknya menyelesaikan pertentangan mereka. Sekalipun pihak ketiga tidak mengikat pihak pihak yang terlibat konflik, namun cara pengendalian ini kadang-kadang menghasilkan penyelesaian yang cukup efektif.

  1. Arbitrasi/Perwasitan

Arbitrasi disebut pula “perwasitan” Arbitrasi dilakukan apabila kedua belah pihak yang bertentangan bersepakat menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan-keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di antara mereka. Didalam bentuk mediasi, kedua belah pihak yang bertentangan menyetujui untuk menerima pihak ketiga sebagai wasit. Sebaliknya, suatu perwasitan menempatkan kedua belah pihak yang bertentangan pada kedudukan harus menerima keputusan yang diambil wasit.

Sumber : https://newsinfilm.com/seva-mobil-bekas/