Kemenristek Dikti Berencana Hentikan Program SM3T

Kemenristek Dikti Berencana Hentikan Program SM3T

Kemenristek Dikti Berencana Hentikan Program SM3T

Kemenristek Dikti Berencana Hentikan Program SM3T
Kemenristek Dikti Berencana Hentikan Program SM3T

Program SM3T rencananya akan di hentikan-ada kabar yang kurang menyenangkan dari Kemenristek Dikti, pasalnya program Sarjana Mengajar Terdepan Terluar dan tertinggal (SM3T ) rencananya akan di hentikan.

Alasannya bahwa saat ini Indonesia kekurangan 300 Ribu guru Profesional. sedangkan SM3T hanya bisa mencetak paling banyak 3000 orang saja.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pembelajaran Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristek Dikti Nurwardani di Jakarta (14/4/2017). Sebenarnya SM3T tidak di hapus namun di modifikasi menjadi “Percetakan Guru profesional Berbasis Hybrid” atau campuran kombinasi.

Selama ini SM3T adalah program mencetak guru profesional dan berkualitas untuk daerah 3T. Namun pada realitanya yang membutuhkan guru profesional dan berkualitas tidak hanya daerah 3T.

Dia menjelaskan setelah dihitung kebutuhan guru saat ini mencapai 300 ribu orang. Sementara kuota peserta SM3T setiap tahun hanya 3.000 orang. Jika kekurangan guru profesional dan berkualitas itu hanya melalui sekenario SM3T, maka membutuhkan waktu 100 tahun atau seabad.

Lalu jika SM3T di hapus, dari mana pemerintah mendapatkan guru profesional?

“Sesuai namanya sistem hibryd kami siapkan tiga jenis pengisian kekurangan guru. harapannya diakhir kabinet kerja 2019 nanti bisa terisi signifikan” ujar Nurwardani.

Pengisian pertama adalah menyiapkan alokasi 3.500 guru produktif untuk ditempatkan di SMK. yang boleh mendaftar lulusan jurusan kejuruan di kampus lembaga pendidikan tenaga pendidikan (LPTK), lulusan politeknik, dan jebolan universitas atau sekolah tinggi. Rencananya pendaftaran akan di buka minggu ketiga April.

Proses pendidikannya adalah 3 bulan pertama kulia di Politeknik, 3 bulan selanjutnya mengikuti PPG di LPTK. dan terakhir selama 6 bulan praktik mengajar langsung di SMK. Setelah itu baru mendapatkan sertifikat profesi Guru Produktif.

Pengisisn Kedua adalah menuntaskan proses pendidikan 3.00 orang peserta sm3t yang sudah berjalan saat ini. etelah menjalani penempatan di daerah 3T mereka akan menjalani PPG bersama di Kmapus LPTK selama enam bulan sampai satu tahun.

Pengisisn yang Ketiga adalah menyiapkan 3.500 orang guru untuk mengajar di jenjang SD, SMP. Pendaftaran kekurangan guru model ketiga ini dibuka bulan Mei 2017 nanti. “Rencananya Juli dipanggil pendidiikan profesi guru,” tuturnya. Proses pendidikan profesi guru jenis ketiga ini rencananya selama satu tahun.

Pris mengatakan dengan tiga sekenario pengisian ini, pemerintah bisa menghasilkan guru profesional dan berkualitas sebanyak 10 ribu orang. Belum lagi ditambah dengan program pengalihan guru aditif menjadi guru produktif. dimana rata-rata setiap tahun bakal dialokasikan kuota pengalihan untuk 10 ribu sampai 15 ribu guru.

Guru besar pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmad Wahab mengatakan sebaiknya program SM3T tetap dilanjutkan. perkara dan rencana pengisian guru dengan skema lainnya, tidak sampai menghapus SM3T.

Dia menjelaskan memang benar yang boleh mengajar itu adalah guru dengan sertifikasi pendidikan. Tetapi bukan berarti program SM3T itu melanggar Undang-undang. dia mengatakan peserta SM3T itu bukan sebagai guru utama. “Mereka statusnya nyantrik kepada guru tetap yang ada di sekolah”, katanya.

Namun yang terjadi di lapangan adalah sebaliknya. Umumnya guru SM3T justru beralih fungsi menjadi guru utama. Lantas guru tetapnya menjadi jarang masuk ke sekolah, karena sudah ada peserta SM3T. Dia lantas menyamakan dengan program koas atau profesi dokter. “Calon dokter nyantrik dulu ke dokter profesional. Sama dengan peserta SM3T berguru dulu ke guru tetap,” pungkasnya.

Apa pendapat kamu jika SM3T di Hapus?

Sumber: https://fungsi.co.id/