Keberhasilan Media Sosial Sebagai Propaganda Politik

Keberhasilan Media Sosial Sebagai Propaganda Politik

Keberhasilan Media Sosial Sebagai Propaganda Politik

Keberhasilan Media Sosial Sebagai Propaganda Politik
Keberhasilan Media Sosial Sebagai Propaganda Politik

Keberhasilan Media Sosial Sebagai Propaganda Politik

(Studi Kasus: Kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta 2017)

Pendahuluan

            Perkembangan zaman, saat ini terus terjadi. Hal yang paling menonjol adalah adalah dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Terknologi (IPTEK), dimana teknologi komunikasi dan informasi menjadi yang paling dapat dirasakan oleh masayrakat sekarang ini. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tersebut, media, baik untuk media massa maupun media sosial mengalami kemajuan yang pesat. Saat ini media merupakan salah satu aspek penting bagi kehidupan manusia Hampir disetiap sendi kehidupan baik individu maupun secara berkelompok, masyarakat sangat membutuhkan media informasi. Perkembangan media tersebut lebih banyak dipicu oleh banyaknya kebutuhan akan informasi yang cepat akurat dan dapat di percaya. Dalam perkembangan budaya dan teknologi tidak terlepas dari media yang ada. Bahkan media baik media massa maupun media sosial sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan budaya manusia saat ini. Setiap orang sangat membutuhkan media. Informasi yang ada di media menjadi kebutuhan pokok bagi individu, masyarakat, organisasi bahkan budaya suatu daerah. (Musfialdy, 2015).

Kemajuan teknologi di bidang komunikasi dan informasi yang sangat luar biasa ditandai dengan hadirnya internet dan berbagai media sosial di dalamnya. Kemajuan ini telah mampu membawa dunia kepada sebuah era baru, yang  menunjukan komunikasi dan kebutuhan akses informasi menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat di zaman yang serba modern ini (Putra, Bandiyah, & Noak, 2016). Bersamaan dengan hal tersebut, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi juga semakin memudahkan interaksi antar individu maupun kelompok. Lalu lintas pesan dan pemberitaan tidak sepenuhnya dikuasai negara tetapi bebas mengalir pada khalayak (Susanto, 2017).

Salah satu jenis media yang paling sering digunakan saat ini adalah media sosial. Berdasarkan data dari Global Media Statistics tahun 2016, Media social memiliki pengguna aktif sebesar 79 juta. Hal ini dapar terjadi karena media sosial berkembang pesat sejalan dengan pertumbuhan dan kemudahan akses informasi yang didukung oleh kekuatan teknologi komunikasi (Susanto, 2017). Jumlah ini tentu masih terus meningkat, dimana berdasarkan data yang dirilis We Are Social per Agustus 2017, jumlah di seluruh dunia kian meningkat drastis yang menyentuh angka 3,8 miliar dengan penetrasi 51 persen dari total populasi di dunia (Jeko, 2017). Pada 2017 tersebut, 71 persen (sekitar 2,46 milyar) pengguna internet  yang paling banyak adalah pengguna media sosial dengan angka yang diperkirakan akan terus bertambah.  Hal ini karena, media sosial adalah salah satu aktivitas online paling populer dengan tingkat keterlibatan pengguna yang tinggi dan memperluas kemungkinan seluler (Satistika, 2018). Kemudian, Pada akhir Januari 2018, We Are Social dan Hootsuite, merilis data mengenai jumlah pengguna internet dan media sosial di dunia. Berdasarkan data itu, pengguna internet di dunia telah mencapai 4 miliar  (Jamaludin, 2018). Bisa dipastikan bahwa jumlah pengguna media sosial juga mengikuti peningkatan untuk tahun 2018. Khususnya daikarenakan semakin mudaknya akses terhadap internet, seperti maraknya smartphone, dan meningkatnya penawaran-penawaran paket internet sebagai akses.

Dengan jumlah yang sedemikian banyak, dan semakain lama masih terus meningkat, tidak heran jika saat ini media sosial, banyak dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Maraknya traffic penggunaan media sosial ini sudah bukan menjadi hal yang baru. Sejak mengalami booming di tahun 2012, keterikatan masyarakat terhadap media sosial semakin meningkat. Media sosial yang awalnya hanya digunakan sebagai media untuk bersosialisasi dengan temandan kerabat dekat, kini mulai menembus komunikasi antara individu dengan institusi (Ardha, 2014), termasuk didalamnya dalam bidang politik. Dimana, media sosial yang memiliki kekuatan dalam penyebaran informasi menjadi pilihan untuk mempengaruhi, memotivasi, dan melakukan tindakan yang dikehendaki oleh penyebar pesan (Susanto, 2017).

Berkaian dengan hal ini, maka dalam makalah ini akan membahas mengenai keberhasilan media sosial sebagai propaganda politik, dengan menngunakan sebuah studi kasus kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta 2017. Dimana dalam hal ini akan dijelaskan strategi seperti apa yang dilakukan oleh pasangan ini untuk meraih kursi sebagai gubernur di DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.

Keberhasilan Media Sosial Sebagai Propaganda Politik

(Studi Kasus: Kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta 2017)

Pendahuluan

            Perkembangan zaman, saat ini terus terjadi. Hal yang paling menonjol adalah adalah dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Terknologi (IPTEK), dimana teknologi komunikasi dan informasi menjadi yang paling dapat dirasakan oleh masayrakat sekarang ini. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tersebut, media, baik untuk media massa maupun media sosial mengalami kemajuan yang pesat. Saat ini media merupakan salah satu aspek penting bagi kehidupan manusia Hampir disetiap sendi kehidupan baik individu maupun secara berkelompok, masyarakat sangat membutuhkan media informasi. Perkembangan media tersebut lebih banyak dipicu oleh banyaknya kebutuhan akan informasi yang cepat akurat dan dapat di percaya. Dalam perkembangan budaya dan teknologi tidak terlepas dari media yang ada. Bahkan media baik media massa maupun media sosial sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan budaya manusia saat ini. Setiap orang sangat membutuhkan media. Informasi yang ada di media menjadi kebutuhan pokok bagi individu, masyarakat, organisasi bahkan budaya suatu daerah. (Musfialdy, 2015).

Kemajuan teknologi di bidang komunikasi dan informasi yang sangat luar biasa ditandai dengan hadirnya internet dan berbagai media sosial di dalamnya. Kemajuan ini telah mampu membawa dunia kepada sebuah era baru, yang  menunjukan komunikasi dan kebutuhan akses informasi menjadi suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat di zaman yang serba modern ini (Putra, Bandiyah, & Noak, 2016). Bersamaan dengan hal tersebut, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi juga semakin memudahkan interaksi antar individu maupun kelompok. Lalu lintas pesan dan pemberitaan tidak sepenuhnya dikuasai negara tetapi bebas mengalir pada khalayak (Susanto, 2017).

Salah satu jenis media yang paling sering digunakan saat ini adalah media sosial. Berdasarkan data dari Global Media Statistics tahun 2016, Media social memiliki pengguna aktif sebesar 79 juta. Hal ini dapar terjadi karena media sosial berkembang pesat sejalan dengan pertumbuhan dan kemudahan akses informasi yang didukung oleh kekuatan teknologi komunikasi (Susanto, 2017). Jumlah ini tentu masih terus meningkat, dimana berdasarkan data yang dirilis We Are Social per Agustus 2017, jumlah di seluruh dunia kian meningkat drastis yang menyentuh angka 3,8 miliar dengan penetrasi 51 persen dari total populasi di dunia (Jeko, 2017). Pada 2017 tersebut, 71 persen (sekitar 2,46 milyar) pengguna internet  yang paling banyak adalah pengguna media sosial dengan angka yang diperkirakan akan terus bertambah.  Hal ini karena, media sosial adalah salah satu aktivitas online paling populer dengan tingkat keterlibatan pengguna yang tinggi dan memperluas kemungkinan seluler (Satistika, 2018). Kemudian, Pada akhir Januari 2018, We Are Social dan Hootsuite, merilis data mengenai jumlah pengguna internet dan media sosial di dunia. Berdasarkan data itu, pengguna internet di dunia telah mencapai 4 miliar  (Jamaludin, 2018). Bisa dipastikan bahwa jumlah pengguna media sosial juga mengikuti peningkatan untuk tahun 2018. Khususnya daikarenakan semakin mudaknya akses terhadap internet, seperti maraknya smartphone, dan meningkatnya penawaran-penawaran paket internet sebagai akses.

Dengan jumlah yang sedemikian banyak, dan semakain lama masih terus meningkat, tidak heran jika saat ini media sosial, banyak dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Maraknya traffic penggunaan media sosial ini sudah bukan menjadi hal yang baru. Sejak mengalami booming di tahun 2012, keterikatan masyarakat terhadap media sosial semakin meningkat. Media sosial yang awalnya hanya digunakan sebagai media untuk bersosialisasi dengan temandan kerabat dekat, kini mulai menembus komunikasi antara individu dengan institusi (Ardha, 2014), termasuk didalamnya dalam bidang politik. Dimana, media sosial yang memiliki kekuatan dalam penyebaran informasi menjadi pilihan untuk mempengaruhi, memotivasi, dan melakukan tindakan yang dikehendaki oleh penyebar pesan (Susanto, 2017).

Berkaian dengan hal ini, maka dalam makalah ini akan membahas mengenai keberhasilan media sosial sebagai propaganda politik, dengan menngunakan sebuah studi kasus kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta 2017. Dimana dalam hal ini akan dijelaskan strategi seperti apa yang dilakukan oleh pasangan ini untuk meraih kursi sebagai gubernur di DKI Jakarta untuk periode 2017-2022.

Sumber : http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JPAUD/comment/view/516/1602/66105