Keajaiban Puasa Ramadhan

Keajaiban Puasa Ramadhan

Keajaiban Puasa Ramadhan

Keajaiban Puasa Ramadhan
Keajaiban Puasa Ramadhan

Keajaiban Puasa Bagi Para Pelajar

Untuk para penuntut ilmu, puasa bermanfaatn untuk meningkatkan daya ingat, kemampuan memahami materi lebih cepat, dan mengoptimalkan hasil belajar. Hal ini berdasarkan argumentasi bahwa banyaknya mengkonsumsi makanan menuntut pasokan besar aliran darah ke lambung dan usus. Sehingga pasokan darah ke otak sebagai basis kekuatan nalar pun berkurang, dan kinerjanya melemah.

Puasa bukanlah barang baru, orang-orang dahulu sudah menganggap puasa sebagai bagian dari keutamaan hidup, di antaranya adalah para pemikir dan ilmuwan seperti Socrates dan Plato. Keduanya biasa berpuasa selama sepuluh hari dalam kurun waktu tertentu, tentu saja dengan tujuan untuk menjaga vitalitas pikiran dan kualitas otak mereka.

Keajaiban Puasa Bagi Para Pemuda

Bagi para pemuda, puasa mendorong totalitas pengendalian diri terhadap syahwat dan memberi kekuatan melawan keinginan melakukan perbuatan haram dan dosa. Rasulullah Saw. bersabda, “Hai sekalian pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu memberi nafkah, maka segeralah menikah. Jika belum mampu, maka berpuasalah, sesungguhnya ia bisa menjadi wija’ (peluruh) syahwat baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menurut bahasa, wija’ artinya melumat urat-urat testis tanpa mengeluarkannya. Dengan demikian, puasa diserupakan dengan mengebiri, di mana puasa dapat meluruhkan syahwat sekaligus melemahkan kecenderungan yang mengarah pada syahwat terse¬¨but. Mungkin sebagian orang mengkhawatirkan puasa dapat berakibat buruk dengan menurunnya gairah seksual. Hal ini memang benar. Namun kondisi semacam itu hanya efek samping yang bersifat sementara, yang pada akhirnya nanti diikuti reaksi yang justru lebih kuat, terjadi peningkatan gairah seksual yang luar biasa.

Sedangkan bagi penderita gangguan seksual, puasa memberikan kesembuhan bagi laki-laki dari disfungsi organ seksual serta menambah kesuburan organ reproduksi bagi perempuan.

Keajaiban Puasa Bagi Penderita Jantung

Jantung kita berdenyut 80 kali per menit atau sama dengan 115.200 kali per 24 jam. Pada hari-hari pertama puasa memang terjadi penurunan jumlah denyutan jantung hingga mencapai kurang dari 60 kali per menit, namun selanjutnya jantung kembali berdenyut secara stabil pada angka 60 detak per menit sepanjang hari selama masa puasa.

Penurunan jumlah detak jantung ini menghemat 28.800 detak per 24 jam. Ini berarti jantung dapat beristirahat dan menghemat seperempat paruh waktu kerja yang ditempuhnya pada hari-hari biasa di luar puasa.

Setidaknya ada tiga manfaat penting puasa: Puasa melawan tekanan-tekanan yang selalu mendera jantung.
Puasa memberikan kesempatan bagi jantung untuk beristirahat
Puasa dapat mensterilkan darah. Dengan demikianan, puasa memberikan kesempatan pada jantung untuk mengonsumsi darah bersih.

Keajaiban Puasa Bagi Penderita Rabun Mata

Bagi penderita rabun mata, puasa berguna untuk membuat pandangan mata lebih tajam, penglihatan lebih jelas, jernih, dan terjaga. Selain itu ketajaman pandangan mengalami peningkatan yang cukup signifikan setelah berpuasa, berbeda dengan kondisi kunang-kunang atau kelemahan pandangan selama rentang waktu puasa.

Keajaiban Puasa Bagi Kulit

Puasa bermanfaat membuat kulit lebih segar, lebih kuat, lebih berseri, dan warna menjadi lebih indah. Dr. Muhammad Al-Dzawahiri, seorang guru besar bidang penyakit kulit di Fakultas Kedokteran Universitas Kairo, menyatakan, “Korelasi antara makanan dengan penyakit-penyakit kulit itu sangat kuat. Sebab, menjaga diri dari makanan dan minuman dalam kurun waktu tertentu dapat mengurangi kadar air dalam tubuh dan darah. Hal ini dengan sendirinya menyebabkan pengurangan air dalam kulit. Ketika kadar air dalam kulit menurun itulah terjadi pula peningkatan kekebalan kulit terhadap segala jenis penyakit kulit yang menyiksa dan gangguan kulit akibat bakteri.”

Berkurangnya kadar air dalam kulit juga dapat menurunkan stadium penyakit kulit yang meradang, akut, dan menyebar di sebagian besar tubuh.

Terapi penyembuhan yang paling baik untuk kasus-kasus ini ditinjau dari aspek makanan adalah menahan diri dari makanan dan minuman sampai batas waktu tertentu.”

Untuk kepentingan ini pula, dewasa ini diberbagai belahan dunia banyak bermunculan sejumlah klinik kesehatan yang menjadikan puasa sebagai terapi penyembuhan utama.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/doa-sholat-dhuha-niat-dan-tata-caranya/