Inilah Kota Serambi Mekkah (Aceh)

Inilah Kota Serambi Mekkah

Inilah Kota Serambi Mekkah

Inilah Kota Serambi Mekkah

PERTAMA Kali menginjakkan kaki di Aceh cukup menakjubkan

Sepanjang jalan dari bandara ke hotel yang berada di Kota Banda Aceh, cukup nyaman. Jalannya mulus, tidak macet, dan sepanjang jalan masih rindang pepohonan.

Beberapa sopir taksi online yang kami tumpangi juga sangat ramah

Enggak pelit info jika ditanya. Bahkan kami, Tim Publikasi Dinas Pendidikan Jawa Barat dipertemukan dengan seorang kasubag di Disdik Provinsi Aceh yang baik. Kami diajak ke rumahnya dan diantar ke Museum Tsunami Aceh, padahal baru pertama bertemu. Karena, intensitas kami cukup padat untuk meliput kegiatan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), jadi dari satu tempat ke tempat lain menggunakan taksi online.

Taksi maupun ojek online di kota dengan julukan Serambi Mekkah ini mudah didapat

Jadi, banyak mengobrol dengan para sopir taksi online untuk mengetahui kondisi masyarakat di Aceh.

Ternyata masyarakat di Aceh memang harus ramah terhadap tamu

Tidak ada preman, makanya tingkat kejahatan di Aceh memang tidak menonjol. Syariat Islam juga ditegakkan dan dilaksanakan oleh warganya.

Perempuan Aceh yang kita jumpai juga semuanya berhijab. Bahkan, tulisan “Anda Memasuki Kawasan Wajib Berbusana Muslim” terpampang saat masuk ke masjid yang menjadi ikon Kota Aceh yakni Masjid Baiturrahman.

Oke, kita bicara masjid yang tetap berdiri kokoh saat terjadi Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Masjid ini selalu ramai dikunjungi, baik oleh masyarakat sekitar maupun pelancong.

Berada di masjid yang luasnya sekitar 4,7 hektare ini sangat betah. Karena, selain dekorasi masjid ini sangat menakjubkan halamannya pun cukup luas. Bahkan, kalau sore banyak orang yang duduk-duduk di pelataran masjid, sambil menunggu bedug Magrib tiba.

Terlebih sejak tahun lalu, masjid yang juga dilengkapi air mancur ini memiliki payung raksasa yang mirip dengan di Masjid Nabawi madinah. Dengan begitu, suasana masjid Kesultanan Aceh ini mirip dengan suasana masjid di Haram Haram dan Nabawi.

Selain Masjid Baiturrahman

tempat yang banyak dikunjungi para pelancong ke Aceh adalah Museum Tsunami Aceh. Museum yang didesain oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil ini dibangun untuk mengenang sejarah maha penting di Negeri Serambi Mekah itu.

Museum ini berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda Nomor 3, Kota Banda Aceh ini sangat bagus. Usai pintu masuk utama kita disuguhi dengan suara gemuruh mirip gelombang air laut. Selain itu dilengkapi juga gemercik air yang jatuh di dinding yang panjangnya sekitar 50 meter itu atau disebut juga lorong tsunami. Cukup dramatis.

Di dalamnya juga dipampang nama-nama korban tsunami, memorabilia tsunami juga ditampilkan dalam berbagai bentuk. Ada berupa pajangan foto dan audio visual. Bangunan museum yang didesain pada 2007 itu sangat futuristik. Ada juga lorong harapan dan lorong cerobong.

Selain Museum Tsunami Aceh, ada juga beberapa museum lainnya, seperti Museum Negeri Aceh, Museum Cut Nyak Dhien, Museum Ali Hasjmy, dll.

Oh iya, kita juga berkesempatan melihat kapal besar di tengah perumahan warga. Kapal yang terdampar karena gelombang tsunami Aceh itu adalah kapal PLTD Apung 1. Kapal itu adalah kapal generator listrik milik PLN di Banda Aceh, Indonesia, yang saat ini dijadikan tempat wisata, yang dikenal dengan nama “Kapal Apung”.

Kapal ini memiliki luas sekitar 1.900 Meter Persegi, dengan panjang mencapai 63 Meter. Saat ini kapal tersebut menjadi destinasi wisata di Aceh. Sekarang di dalamnya didesain seperti museum, ada gambar, foto, audio visual tentang kapal apung dan tsunami.

Artikel Terkait: