Hubungan Antara  Bobot Telur dan Bobot Tetas Telur Ayam Kampung

Hubungan Antara  Bobot Telur dan Bobot Tetas Telur Ayam Kampung

Bobot telur dan bobot tetas didapat dengan cara menimbang  setiap butir telur yang diperoleh dan anak ayam yang menetas. Hubungan antara bobot telur dan bobot tetas dapat diketahui dengan analisis regresi linear(stell dan torrie, 1993) disitasi Iman (2005).

Setiawan (2010) disitasi Salombe (2012) yang  menyatakan bahwa telur yang ditetaskan dengan berat 40-45 g memiliki presentase daya tetas yang lebih tinggi dibandingkan dengan telur yang ditetaskan dengan berat < 40 g dan > 45 g. Hal ini disebabkan karena berat telur normal Ayab Arab antara 40- 45 dengan berat rata-rata 42 g. Jika telur berada pada berat <40 g dan >45 g, telur tersebut kurang normal sehingga telur yang ditetaskan sulit untuk menetas walaupun terjadi perkembangan embrio didalam telur namun embrio akan mati sebelum menetas.

Gunawan (2001) yang menyatakan bahwa berat telur sangat mempengaruhi presentase daya tetas, dimana telur yang sangat ringan dan sangat berat sulit untuk menetas, sebab telur yang terlalu ringan memiliki komposisi yang kurang, sehingga emrio akan kekurangan nutrisi, sehingga embrio tidak dapat berkembang. Sebaliknya telur yang terlalu berat memiliki pori-pori yang besar, sehingga penguapan akan lebih cepat terjadi yang menyebabkan embrio akan mati sebelum menetas. Untuk meningkatkan presentase daya tetas dan mengurangi variasi presentase daya tetas, perlu dilakukan seleksi berat telur dimana berat telur yang baik untuk ditetaskan berkisar antara 40-45 g.

Berat telur yang ditetaskan sangat berpengaruh terhadapdaya tetas yang akan di hasilkan. Menurut Putra (2009) disitasi Salombe (2012) telur-telur dengan berat kurang dari 40 g atau lebih dari 45 g memiliki daya tetas yang lebih rendah dibandingkan dengan telur yang memiliki berat antara 40-45 g. Berat telur yang seragam akan meningkatkan daya tetas. Biasanya, berat telur yang dihasilkan ayam memiliki grafik meningkat, seiring dengan bertambahnya umur, kemudian akan stabil setelah ayam berumur lebih dari 12 bulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ada pengaruh berat telur terhadap persentasi (%) daya tetas.Hal ini menunjukan pemilihan telur tetas sangat penting dilakukan sebelum penetasan berlangsung.

sumber :

https://sel.co.id/gb-whatsapp-apk/