Hipotesis tentang perbedaan

Hipotesis tentang perbedaan

Hipotesis yang menyatakan perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda.

Contoh 1 : ada perbedaan prestasi belajar siswa SMA antara yang di ajar dengan metode ceramah + tanya jawab ( CT ) dan metode diskusi ( penelitian eksperimen ).

Contoh 2 : ada perbedaan prestasi belajar siswa SMA antara yang berada di kota da di desa ( penelitian komparatif )

 (3) Hipotesis yang dilihat dari keluasan atau lingkup variabel yang diuji

Ditinjau dari keluasan dan lingkupnya, hipotesis dapat dibedakan menjadi :

  1. Hipotesis Mayor

Hipotesis yang mencakup kaitan seluruh variabel dan seluruh subyek penelitian.

Contoh : Ada hubungan antara keadaan sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP.

  1. Hipotesis Minor

Hipotesis yang terdiri dari bagian-bagian atau sub-sub dari hipotesis mayor.

Contoh :

1) Ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua denganprestasi belajar  siswa SMP.

2) Ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan prestasi Belajar siswa SMP.

3) Ada hubungan antara kekayaan orang tua dengan prestasi Belajar siswa SMP.

3)  Syarat – Syarat Hipotesis

Menurut  Nursalam, ( 2001; 58), syarat – syarat hipotesis adalah :

(1) Relevance : Hipotesa harus relevan dengan fakta yang akan diteliti.

(2) Testability : Memungkinkan untuk melakukan observasi dan bisa diukur.

(3) Compatibility : Hipotesa baru harus konsisten dengan hipotesa di lapangan yang sama dan telah teruji kebenarannya, sehingga setiap hipotesa akan membentuk suatu sistem.

(4) Predictive : Hipotesa yang baik mengandung daya ramal tentang apa yang akan terjadi atau apa yang akan ditemukan.

(5) Simplicity : Harus dinyatakan secara sederhana, mudah dipahami dan dicapai.

Menurut ( Nazir, M. 1988 hal 184 ), syarat – syarat hipotesis adalah :

Hipotasa harus merupakan pernyataan terkaan tentang hubungan – hubungan antar variabel. Ini berarti bahwa hipotesa mengandung dua atau lebih variabel yang dapat di ukur ataupun cara potensial di ukur. Hipotesa harus cocok dengan fakta artinya, hipotesa harus terang. Kandungan dan konsep dan variabel harus jelas. Hipotesa harus di mengerti, dan tidak mengandung hal – hal yang metafisis.

4) Ciri – Ciri Hipotesis yang Baik

Menurut Donald Ary,et.al (dalam Arief Furchan, 1982:126-129) adalah:

(1)   Hipotesis harus mempunyai daya penjelas.

Suatu hipotesis harus merupakan penjelasan yang mungkin mengenai apa yang seharusnya dijelaskan atau diterangkan.

(2) Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel.

Suatu hipotesis harus memprediksi hubungan antara dua atau lebih variabel.

(3)        Hipotesis harus dapat diuji.

(4)        Hipotesis yang diajukan peneliti harus bersifat testability artinya terdapat kemampuan untuk dapat diuji.

(5)   Hipotesis hendaknya konsisten dengan pengetahuan yang sudah ada.

(6)  Hipotesis hendaknya tidak bertentangan dengan teori atau hokum-hukum yang sebelumnya sudah mapan.

(7)   Hipotesis hendaknya sesederhana dan seseringkas mungkin.

Menurut M. Nazir 1988 ( hal 183 ) mengatakan bahwa hipotesis yang baik mempunyai ciri – ciri berikut :

1) Hipotesa harus menyatakan hubungan

2) Hipotesa harus sesuai dengan fakta

3) Hipotesa harus berhubungan dengan ilmu, serta sesuai dan tumbuh dengan ilmu pengetahuan

4) Hipotesa harus dapat di uji

5) Hipotesa harus sederhana

6) Hipotesa harus bisa menerangkan fakta.

baca juga :

POS-POS TERBARU