Gunung Api Strato

Gunung Api Strato

Gunung api ini terbentuk akibat terjadinya erupsi eksplosif dan erupsi efusif berselang-seling. Sebagian besar gunung api di alam ini merupakan gunung api strato.

Contoh: Gunung api Merapi, Merbabu, Semeru, dan Kelud di Indonesia, Gunung Fuji di Jepang, Gunung Vesuvius di Italia, serta Gunung Santo Helens dan Rainier di Amerika Serikat.

Supaya kamu dapat mengetahui perbedaan dari ketiga bentuk gunung api yang disebabkan erupsi sentral, amati gambar di samping ini.

Berdasarkan kekuatan letusan dan kandungan material yang dikeluarkan, erupsi gunung api dibagi menjadi dua, yaitu:

Jenis material yang dikeluarkan gunung api adalah:

a)Material Padat (Efflata)

Material padat (efflata) terdiri atas:

(1)   Bom (batu-batu besar).

(2)   Terak (batu-batu yang tidak beraturan dan lebih kecil dari bom).

(3)   Lapili, berupa kerikil.

(4)   Pasir

(5)   Debu

(6)   Batu apung

Menurut asalnya, efflata dibedakan menjadi dua, yaitu:

(1)    Efflata allogen, berasal dari batu-batu di sekitar kawah yang terlempar ketika terjadi letusan.

(2)    Efflata autogen (Pyroclastica), berasal dari magma itu sendiri.

  1. b)Material Cair

Bahan cair dari dapur magma akan mengalir keluar dari gunung api jika magma cair dari dalam Bumi meleleh keluar dari lubang kawah tanpa terhambat oleh sumbatan dan tidak terdapat sumbatan di puncaknya. Material cair yang keluar ini terdiri atas:

(1)    Lava, yaitu magma yang meleleh di luar pada lereng gunung api.

(2)    Lahar panas, yaitu campuran magma dan air, sehingga merupakan lumpur panas yang mengalir.

(3)    Lahar dingin, terbentuk dari efflata porus atau bahan padat di puncak gunung menjadi lumpur ketika turun hujan lebat dan mengalir pada lereng serta lembah. Contohnya, akibat letusan Gunung Merapi tahun 2006 yang lalu telah menghasilkan sekitar 6 juta meter kubik timbunan material yang akan membentuk aliran lahar dingin saat turun hujan.

  1. c)Material Gas atau Ekshalasi

Material gas atau ekshalasi terdiri atas:

(1)    Solfatar, berbentuk gas belerang (H2S).

(2)    Fumarol, berbentuk uap air (H2O).

(3)    Mofet, berbentuk gas asam arang (CO2). Gas ini berbahaya bagi kehidupan karena bersifat racun. Selain itu, sifatnya yang lebih berat dari oksigen menyebabkan gas ini lebih dekat dengan permukaan tanah sehingga mudah dihirup oleh makhluk hidup. Contohnya, gas CO2 yang keluar dari Gunung Dieng pada tahun 1979 telah membunuh 149 penduduk.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/