Ekstensi Sanksi Rajam

 Ekstensi Sanksi Rajam

 Ekstensi Sanksi Rajam

 Ekstensi Sanksi Rajam

Sanksi rajam bagi pelaku zina muhsan tisak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Quran, tetapi ekstensinya ditetapkan melalui ucapan dan perbuatan Rasulullah. Adapun hadis yang menyebutkan tentang eksistensi sanksi rajam ini diantaranya sebagai berikut:

عبد اللهِ بنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ قَالَ عُمَرُ ابْنُ الخَطَّابِ وَهُوَ جَالِسٌ عَلىَ مِنْبَرِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم إِنَّ اللهَ قَدْ بَعَثَ مُحَمَّدًا

صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِا لْحَقِّ وَأَنْزَلَ عَلَيْهِ الْكِتَابَ فَكَانَ مِمَّا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ قَرَأْنَاهَا وَوَعَيْنَهَا وَعَقَلْنَاهَا

 فَرَجَمَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ فَأَخْشَى إِنَّ طَالَ بِالنَّاسِ زَمَانٌ أَنْ يَقُولَ قَائِلٌ مَا نَجِدُ الرَّجْمَ فِي كِتَابِ اللهِ

 فَيَضِلُّوا بِتَرْكِ فَرِيْضَةٍ أَنْزلهَا اللهُ وَإِنَّ الرَّجْمَ فِي كِتَابِ اللهِ حَقٌّ عَلَى مَنْ زَنَى إِذَا أَحْصَنَ مِنَ الِّرجَالِ وَالنِّسَاءِ

 إِذَا قَامَت البَيِّنَةُ أَوْ كَانَ الْحَبْلُ أَو الاِعْتِرَافُ

“Abdullah bin Abbas meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab berada diatas mimbar Rasulullah SAW (dan berpidato), “Sesungguhnya Allah mengutus Muhammad SAW dengan membawa kebenaran dan menurunkan Al-Quran. Di antara ayat yang diturunkan itu ada ayat tentang rajam. Kami membacanya, mempelajarinya dan memahaminya. Aku takut jiak telah berlalu masa yang panjang, ada orang yang berkata, ‘Kami tidak menemukan rajam di dalam Kitabullah, lalu mereka meninggalkan kewajiban yang diturunkan Allah. Sesungguhnya hukuman rajam itu benar di dalam Kitabullah dan diberlakukan kepada yang telah beristri dan bersuami dari setiap laki-laki dan perempuan. Apabila telah ada bukti yang kuat, terjadi kehamilan, atau pelaku mengaku.” (HR Bukhari)

Jumhur ulama sepakat bahwa walaupun di dalam Al-Quran tidak disebutkan bahwa walaupun didalam Al-Quran tidak disebutkan tentang rajam, hukumna ini tetap diakui eksistensinya.

v  Sanksi Cambuk dan Pengasingan

Berbeda dengan rajam yang tidak secara tegas disebutkan didalam Al-Quran sanksi cambuk bagi pelaku jarimah zina ghairu muhsan secara eksplisit ditegaskan di dalam firman Allah SWT:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِأ ئَة جَلْدَةٍ

“ Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap seorang dari keduanya seratus kali dera.” (QS. Al-Nur: 2)

Ayat diatas tidak hanya menyebutkan jumlah cambukan, tetapi juga larangan belah kasih kepada pelaku. Selain itu, proses eksekusi hendaknya disaksikan oleh kaum muslimin agar menimbulkan efek jera dan dapat dijadikan pelajaran berharga. [5]

Adapun hadis yang menjelaskan sanksi pengasingan sebagai pelengkap dari sanksi cambuk sebagai berikut:

sumber

https://compatibleone.org/pharabis-apk/