Debat minus Esensi

Debat minus Esensi

            Sepintas debat Ekonomi Rakyat memang menarik. Sebab konsep yang digagas ketiga pasangan calon, apalagi ditopang dengan performance, tutur bahasa, dan gaya komunikasi yang provokatif, memang seolah terlihat berbeda. Yang satu terlihat menganut Ekonomi Rakyat ’kiri’, sementara pasangan yang lain lebih menganut Ekonomi Rakyat ’kiri tengah’ dan Ekonomi Rakyat ’kanan tengah’. Namun bila dicermati lebih mendalam konsepsi dan platform Ekonomi Rakyat dari ketiga pasangan ini sejatinya tidak menunjukkan signifikansi dan kedalaman. Platform Ekonomi Rakyat ketiga pasangan sesungguhnya masih teramat dangkal. Ekonomi Rakyat dipahami dan dimaknai teramat normatif, tidak substantif.
Singkatnya, gagasan dan konsepsi Ekonomi Rakyat dari ketiga pasangan sesungguhnya tidak memiliki differensiasi (nilai pembeda). Itu artinya debat yang terjadi, dan kemudian makin meluas menjadi pro kontra di tengah publik, sejatinya adalah debat minus esensi dan substansi. Sebab esensi dan substansi dari sebuah debat adalah kedalaman diffrensisasi dari gagasan/topik yang diperdebatkan. Bukan pada hingar bingar perdebatan yang terjadi. Tanpa diffrensiasi gagasan, sebuah debat sebenarnya tak lebih dari sekedar debat kusir. Debatnya ramai dan panas namun kehilangan konteks dan relevansi untuk masuk ke akar masalah sulitnya perwujudan Ekonomi Rakyat di republik ini.

 

POS-POS TERBARU