Dahlan Iskan Menangis di Depan DPR

Dahlan Iskan Menangis di Depan DPR

Dahlan Iskan Menangis di Depan DPR

Dahlan Iskan Menangis di Depan DPR
Dahlan Iskan Menangis di Depan DPR

Direktur Utama PT PLN (Persero)

Dahlan Iskan menangis pada saat rapat dengan Komisi VII DPR. Dahlan menangis karena sedih masih ada 2 ibukota provinsi di Indonesia yang kekurangan pasokan listrik dan sering terjadi pemadaman, yaitu Palu dan Lombok.

Peristiwa ini terjadi saat salah seorang anggota Komisi VII DPR bertanya kepada Dahlan mengapa masih ada ibukota provinsi yang masih sering mengalami pemadaman listrik.

 

Menjawab pertanyaan ini

Dahlan mengatakan dirinya sebenarnya sudah memerintahkan bawahannya untuk menandatangani pembelian listrik (PPA/Power Purchase Agreement) dari pengelola listrik swasta lokal. Namun bawahannya tak mau menandatangani pembelian tersebut karena takut masuk penjara.

 

“Saya katakan sampai empat kali

biar saja saya yang masuk penjara. Nanti kalau ditanya katakan bahwa mereka tidak ikut tandatangani surat itu. Biar saja saya dipenjara karena saya tidak tahan Palu yang belum berlistrik. Masak di tahun 2010 masih ada ibukota provinsi yang belum berlistrik. PPA akan segera dibuat dan akan segera diteken,” tuturnya dahlan sambil menangis terisak.

 

Dalam rapat yang berlangsung di Gedung DPR

Jakarta, Selasa (18/5/2010) tersebut, Dahlan seringkali mengeluarkan air mata karena merasa sedih melihat kondisi kelistrikan di 2 ibukota di Indonesia tersebut.

“Ini berat karena Palu itu panas bumi tidak punya, air tidak punya, angin tidak punya. Satu-satunya yang ada hanya PLTU batubara itu pun terkendala dan tidak selesai-selesai. Jadi kami akan selesaikan dengan cara yang berisiko tadi. Karena dasar pemikiran kami, kenapa kita bayar listrik PLTU milik Asing Rp 800 per kwh, kenapa kita tidak mau beli dengan harga Rp 700 per kwh dari lokal,” kata Dahlan sambil tersedu-sedu dalam rapat tersebut.

Rapat tersebut dihadiri juga oleh Dirjen Listrik J. Purwono, Dirjen Minerbapabum Bambang Setiawan, dan Dirjen Anggaran Anny Ratnawati

Baca Juga :