Bentuk Program Menjaga Mutu

Bentuk Program Menjaga Mutu

Program menjaga mutu dibedakan menjadi dua yaitu berdasarkan waktu dan dan organisasi. Bentuk program menjaga mutu berdasarkan organisasi yaitu:

  • Program Menjaga Mutu Internal adalah bentuk kedudukan organisasi yang bertanggungjawab menyelenggarakan program menjaga mutu berada didalam institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Untuk itu dibentuklah suatu organisasi secara khusus diserahkan tanggungjawab akan menyelenggarakan program menjaga mutu.
  • Program Menjaga Mutu Eksternal. Kedudukan organisasi yang bertanggungjawab menyelenggarakan program menjaga mutu berada diluar institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan biasanya untuk suatu wilayah kerja tertentu dan untuk kepentingan tertentu dibentuklah suatu organisasi diluar institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bertanggungjawab menyelenggarakan program menjaga mutu. Pada program menjaga mutu eksternal seolah-olah ada campur tangan pihak luar untuk pelayanan kesehatan yang biasanya sulit diterima.

 Kesimpulan.

Subsistem upaya kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya kesehatan masyarakat, upaya kesehatan perorangan, dan upaya kesehatan kegawat-daruratan secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Tujuan subsistem upaya kesehatan adalah untuk terselenggaranya upaya kesehatan yang merata, bermutu, dan terjangkau secara berkesinambungan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Unsur upaya kesehatan adalah: UKM (Unsur Kesehatan Masyarakat), UKP (Unsur Kesehatan Perorangan) dan UKKD (Unit Kegawat-Daruratan). Bentuk pokok subsistem upaya kesehatan: 1. UKM (UKM strata pertama, UKM strata kedua, UKM strata ketiga), 2 UKP (UKP strata pertama, UKP strata kedua, UKP strata ketiga). 3. UKKD (UKKD strata pertama, UKKD strata kedua, UKKD strata ketiga).

Subsistem pembiayaan kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya penggalian, pengalokasian dan pembelanjaan sumber daya keuangan secara terpadu dan saling mendukung untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya yang bersumber dari: pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, organisasi masyarakat dan masyarakat itu sendiri dan harus terintegrasi, kuat, stabil dan berkesinambungan karena pembiayaan kesehatan memegang peranan yang sangat penting untuk penyelenggara pelayanan kesehatan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Tujuan dari subsistem pembiayaan kesehatan adalah: tersedianya pembiayaan kesehatan dengan jumlah yang mencukupi, teralokasi secara adil dan termanfaatkan secara berdaya guna dan berhasil guna, untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Unsur-unsur subsistem pembiayaan kesehatan adalah: pengalokasian dana merupakan penetapan peruntukan dan penggunaan dana sesuai kebutuhan, pembelanjaan merupakan pemakaian dana yang telah dialokasikan sesuai dengan peruntukan secara berdaya guna dan berhasil guna. Bentuk pokok subsistem pembiayaan kesehatan adalah: Jumlah yang cukup, penyebaran dana yang harus sesuai kebutuhan, pemanfaatan dana yang telah ada tidak dilakukan pengaturan yang seksama, sehingga akan menyulitkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan apabila tidak ditangani segera.

Program menjaga mutu adalah suatu proses yang berkesinambungan, sistematis dan objektif yang mencakup identifikasi dan penyelesaian masalah pelayanan yang diselenggarakan, serta mencari dan memanfaatkan berbagai peluang yang ada untuk meningkatkan mutu pelayanan. Tujuan program menjaga mutu ada 2 yaitu tujuan antara dan tujuan akhir. Unsur-unsur program menjaga mutu adalah: input, proses, output dan environment. Bentuk program menjaga mutu adalah: program menjaga mutu internal dan eksternal

Baca juga: