Bentuk Pengendalian Sosial

Bentuk Pengendalian Sosial

Bentuk Pengendalian Sosial

Bentuk Pengendalian Sosial
Bentuk Pengendalian Sosial

      Bentuk pengendalian sosial, antara lain sebagai berikut :

  1. Keteraturan Sosial

Keteraturan sosial adalah kondisi dinamis dimana sendi-sendi kehidupan masyarakat berjalan secara tertib dan teratur sehingga tujuan kehidupan dalam masyarakat dapat tercapai. Keteraturan sosial akan tercapai apabila setiap anggota masyarakat bertindak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Keteraturan sosial memiliki beberapa unsur yaitu sebagai berikut :

  1. Tertib sosial

Suatu masyarakat dapat dikatakan mencapai kondisi tertib sosial telah terjadi keselarasan antara tindakan masyarakat dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Ciri cirri tertib sosial :

1)      Terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas.

2)      Individu atau kelompok dalam masyarakat mengetahui dan memahami norma norma yang berlaku

3)      Individu atau kelompok dalam masyarakat menyesuaikan tindakan tindakan dengan norma norma sosial dannilai nilai yang berlaku.

  1. Sosial Order

Sosial Order adalah suatu sistem atau tatanan norma dan nilai sosial yang diakui dan dipatuhi warga masyarakat. Contoh : lalu lintas kendaraan dijalan raya, kendaraan dari berbagai jenis meluncur dengan lancar, pada waktu lampu merah menyala, kendaraan akan berhenti dan kendaraan dari arah lain akan berjalan.

  1. Keajegan

Keajegan adalah suatu keadaan yang memperlihatkan kondisi keteraturan sosial yang tetap dan berlangsung terus menerus. Contoh : kegiatan seharian pada waktu siswa tidak libur sekolah.

1)      Setiap pagi harus berangkat sekolah

2)      Setiap senin harus melaksanakan upacar bendera

3)      Masuk sekolah harus memakai pakaian seragam dan sebagainya.

  1. Pola

Pola menunjukan adanya keteraturan yang lebih baku. Pelaku pola hampir dilakukan oleh semua orang yang memiliki ciri-ciri yang sama. Misalnya, pola pelajar.

  1. Sanksi Sosial yang mengikat

Sanksi sosial yang diterapkan dalam masyarakat bervariasi dari yang sangat ringan, misal ungkapan perasaan tidak senang sampai yang paling berat, yaitu diasingkan dari pergaulan atau dipenjara. Tujuan terpenting dari sanksi sosial agar pelanggar segera menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya pada waktu yang akan datang.

Sumber : https://dolanyok.com/seva-mobil-bekas/