BATASAN MASALAH

 BATASAN MASALAH


Meskipun dihadapkan pada berbagai masalah, pembangunan kehutanan selama PJP I telah memberikan sumbangan yang besar dalam pembangunan nasional. Peranan hutan menjadi semakin penting terutama hasil hutan yang diolah sebagai komoditas ekspor. Dalam PJP II mendatang, diperkirakan pembangunan kehutanan akan menghadapi berbagai tantangan dan kendala, di samping ada pula peluang.

1. Tantangan

Luas kawasan hutan negara di Indonesia adalah 140,4 juta hektare, yang terdiri atas 30 juta hektare hutan lindung, 19 juta hektare kawasan konservasi alam dan hutan wisata, 64 juta hektare hutan produksi dan 27,4 juta hektare hutan produksi yang dapat dikonversikan. Hutan produksi, hutan lindung dan kawasan konservasi alam tersebut membentuk kawasan hutan tetap seluas 113 juta hektare. Batas kawasan hutan negara tersebut baru 32 persen yang telah selesai dikukuhkan. Sementara itu, pembangunan di berbagai sektor terus meningkat dan perubahan¬perubahan penggunaan lahan berlangsung cepat. Untuk keperluan tersebut disediakan kawasan hutan konversi. Meskipun demikian, perkembangan yang cepat dan Batas hutan yang belum tetap tersebut membawa ketidakpastian batas-batas kawasan hutan negara dan ketidakpastian usaha di bidang kehutanan dan di berbagai bidang lain yang berkaitan dengan penggunaan kawasan hutan. Hal ini menimbulkan disinsentif bagi pengembangan upaya pelestarian hutan. Pada tahun 1993, dari 113 juta hektare kawasan hutan tetap hanya 92,4 juta hektare yang masih berhutan utuh. Karena itu, maka tantangan pertama pembangunan kehutanan dalam PJP II adalah peningkatan mutu hutan alam, rehabilitasi hutan alam yang rusak dan pemantapan kawasan hutan tetap agar fungsi hutan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dapat ditingkatkan.

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/