Axel Setyo, Spesialis Alat Musik Gesek, Iramanya Lembut Menenangkan

Axel Setyo, Spesialis Alat Musik Gesek, Iramanya Lembut Menenangkan

Axel Setyo, Spesialis Alat Musik Gesek, Iramanya Lembut Menenangkan

Axel Setyo, Spesialis Alat Musik Gesek, Iramanya Lembut Menenangkan
Axel Setyo, Spesialis Alat Musik Gesek, Iramanya Lembut Menenangkan

Alunan irama dari alat musik gesek memang terdengar merdu dan menenangkan hati. Karena itulah, Axel Setyo jatuh cinta. Bahkan, hingga kini.

SEJAK umur 3 tahun, Axel Setyo tidak asing dengan dunia musik. Kala itu, sang mama yang seorang guru piano mengajarinya bermain alat musik tersebut. Dua tahun kemudian, ada alat musik lain yang berhasil membuat Axel pindah ke lain hati. Yakni, alat musik gesek. Saat itu yang dipilihnya adalah biola.
Axel Setyo, Spesialis Alat Musik Gesek, Iramanya Lembut Menenangkan
Alat musik yang dikuasai Axel (Grafis: Rizky Agung/Jawa Pos/JawaPos.com)

Keinginan mempelajari biola muncul karena Axel melihat teman sepermainannya bisa bermain alat musik tersebut. Keinginan itu pun diutarakan kepada mamanya. Sang mama sempat menolak keinginannya itu. Tetapi, Axel terus mendesak. Dia juga meyakinkan mamanya bahwa pilihannya tersebut tidak main-main. Melihat kesungguhan putra sulungnya, akhirnya Arlya Wigati, mama Axel, luluh.

Bagi Axel, piano adalah dasar dari belajar alat musik. Dengan menguasai permainan piano, dia jadi lebih mudah belajar alat musik lain. Begitu pula ketika memainkan biola. Dia lebih cepat beradaptasi.

Semakin lama, kecintaannya pada alat musik gesek semakin besar. Axel pun mulai belajar alat musik lain. Uniknya, keinginan itu muncul karena melihat orang lain memainkannya. Baru dia terinspirasi untuk mempelajarinya.

Total, ada lima alat musik yang sudah dikuasainya. Salah satunya adalah erhu. Yakni, alat musik gesek tradisional khas Tiongkok. Keinginan mempelajari alat musik tersebut muncul ketika dirinya melihat sang nenek memainkan guceng (kecapi). ’’Tapi, aku nggak main guceng, pilih erhu aja,’’ tuturnya.

Menurut Axel, alat musik gesek mempunyai melodi yang menyenangkan untuk

didengar. Apalagi musik klasik. Iramanya lembut dan menenangkan. Dia kurang tertarik dengan alat musik yang bersuara keras. Apalagi hingga memekakkan telinga.

Untuk belajar alat-alat musik, Axel menyediakan waktu 1–2 jam setiap hari. Dia juga ikut les di beberapa tempat sekaligus. Agar lebih terasah, dia mengikuti klub Chinese music setiap Minggu. Juga, sering tampil bersama kelompok orkestra di acara tertentu.

Salah satu kegiatan yang pernah dia ikuti adalah High Score Concert di Hotel Bumi beberapa waktu lalu. Pada pergelaran tersebut, dia memainkan alat musik selo. Selain itu, remaja kelas VIII SMP Gloria 2 Surabaya tersebut tergabung dalam klub orkestra sekolahnya.

Karena menguasai beberapa alat musik, Axel sering diminta mengajari adik kelas

atau teman-temannya. Dia juga sering tampil dalam pertunjukan sekolah. Pada kegiatan upacara di sekolah, penggemar karya-karya Mozart itu juga sering diminta mengiringi lagu kebangsaan dengan biola.

Meski sibuk dengan berbagai les dan kegiatan bermusik, Axel tetap mengutamakan

pendidikan. Dia berusaha agar sekolah dan bermain musik tetap seimbang. Sepulang sekolah, biasanya dia mengikuti les. Setelah itu, pulang ke rumah untuk berlatih musik sebentar, lalu belajar. ’’Sampai sekarang, ya lumayan bagus nilai pelajarannya. Jangan sampai turun,’’ terang sulung dua bersaudara itu, lantas tersipu

 

Baca Juga :