Al Qur’an Sebagai Cahaya Kehidupan Manusia

Al Qur’an Sebagai Cahaya Kehidupan Manusia

Al Qur’an Sebagai Cahaya Kehidupan Manusia

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, hallo sahabat islam Firman Allah:”Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah”. Dalam kehidupannya manusia selalu dihadapkan pada permasalahan hidup yang sulit,walaupun kadang-kadang diselingi dengan kesenangan yang bersifat sementara.

Al Qur’an Sebagai Cahaya Kehidupan Manusia

Dalam keadaan tersebut manusia memerlukan cahaya kehidupan,guna mencapai keinginan hidup agar berbahagia lahir batin yang sejati baik didunia maupun di akhirat.Yang dapat memberikan cahaya kehidupan tak lain adalah Sang Pencipta(Kholiq) yakni Allah SWT.Beliau Yang Maha Kuasa,Maha Pengasih dan Penyayang serta Maha Sempurna.Cahaya kehidupan itu berupa petunjuk yang di firmankan kepada para Rosulnya agar di sampaikan kepada manusia pada jamannya.Firman itu terkodifikasikan menjadi kitab suci.Taurat kepada Nabi Musa,Zabur kepada Nabi Dawud,Injil kepada Nabi Isa,dan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Dia juga memberikan bekal kepada manusia dengan bekal yang menuntunnya supaya dapat menjalankan kekhalifahan,yakni Al-Qur’an Al-Karim. Jelas bagi kita bahwa Al-Qur’an adalah cahaya kehidupan yang menunjukkan kejalan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat.Hal ini dapat di lihat ayat-ayatnya sebagai berikut:

1. Al-Qur’an sebagai petunjuk

Terdapat pada surat Al-Baqarah ayat 2 Artinya:”Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya,petunjuk bagi meraka yang bertaqwa”.

Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia dalam mengarungi tugas kekhalifahannya di muka bumi.Namun demikian,yang mampu mengambilnya sebagai petunjuk hanyalah orang-orang yang bertaqwa,yaitu orang-orang yang mampu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, tidak cukup di artikan dengan takut saja.

2. Perlunya Nabi Muhammad SAW di utus sebagai

a) Saksi
b) Pembawa kabar gembira (bagi orang yang bertaqwa akan menerima kegembiraan di akhirat berupa surga dan di dunia termasuk orang-orang yang selamat).
c) Pemberi peringatan (bagi orang yang tidak mau beribadah akan celaka di dunia dan akhirat,dan memberikan peringatan untuk menjauhi syirik dan mengajak kepada Tauhid).
d) Dakwah ke jalan Allah (mengajak kebaikan,kejalan yang lurus).
e) Pelita (cahaya yang menerangi).
Rasul menggunakan Islam sebagai petunjuk dan juga Allah menangkan Islam sebagai dienul haq atas agama-agama lainnya. Usaha ini tidak akan tercapai apabila tidak dilaksanakan dakwah. Rasul dalam menjalankan dakwahnya mempunyai peranan sebagai saksi atas umatnya, memberi penyampaian nilai-nilai Islam yang bersifat kabar gembira ataupun kabar peringatan.
Allah SWT sekali lagi menegaskan bahwa Rasul berdakwah dengan menyeru manusia agar kembali kepada Allah dan kemudian Rasul sebagai pelita yang menerangi.Peranan Nabi yang digambarkan di dalam surat Al-Ahzab ayat 45-46 adalah sebagai dai. Nabi berdakwah dengan mengajak manusia dan bersifat sebagai pelita yang senantiasa dijadikan rujukan bagi manusia. Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. (Al-Ahzab: 45-46)

3. Infaq fissabilillah pahalanya lipat 700 kali bahkan dapat lebih

Surat Al-Baqarah:261

Artinya:” Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

4. Al Qur’an diturunkan berfungsi sebagai

a) Pelajaran
b) Obat
c) Petunjuk
d) Rahmat
e) Penawar

Terdapat pada surat Yunus(57) yang artinya:

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” Al-Qur’an dikatakan bahwa ia berfungsi sebagai obat bagi penyakit yang ada di dalam dada (mungkin yang dimaksud disini adalah penyakit psikologis).

Dan pada surat Al Isra’(82) yang artinya:”Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. Langkah kongkrit bahwa kita:berkitab suci Al-Qur’an’cinta pada Al Qur’an dan menggunakan Al Qur’an sebagai cahaya kehidupan adalah sbb:

1. Bila Al Qur’an dibaca kita dengarkan
2. Memiliki Al Qur’an
3. Dapat membaca Al Qur’an
4. Faham arti Al Qur’an
5. Mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan
6. Mengajarkan dan mensosialisasikan Al Qur’an

Sumber: https://www.wfdesigngroup.com/